•  
  •  
 

Abstract

Indonesian and Mandarin Chinese have passive constructions. A systematic comparison of passive constructions in these two languages has not been conducted and is not based on corpus data. In this paper, we will compare passive constructions in these two languages based on word order, verb type, and agent. The data was taken from the Indonesian language corpus LCC (https://cqpweb.lancs.ac.uk) and the Mandarin language corpus BCC (https://bcc.blcu.edu.cn) . The data in this paper consists of passive sentences and other sentences that have the same meaning (synonyms) as passive sentences in Indonesian and Mandarin. From the data analysis, it was concluded that (1) the word order of passive constructions in Indonesian is more flexible than that in Mandarin, (2) static transitive verbs are used more frequently in passive constructions in Indonesian than in Mandarin, (3) agents in Indonesian passive constructions can be preceded by prepositions, while agents in Mandarin passive constructions are not preceded by prepositions, (4) agents in the form of pronouns are found more frequently in Mandarin passive constructions than in Indonesian passive constructions.

References

Chappell, Hilary. 1986. Formal and Colloquial Adversity Passives in Standard Chinese,  Linguistics 24:1025-1052.

Chen, Fulang. 2025. Passivization and Composite A/Ā-Movement in the Mandarin BEI-Construction, Natural Language & Linguistic Theory 43: 2395–2481.

Chen, Lilly Lee. 1994. The Origines of Adversative Passives, Berkeley Linguistics Society 20: 113-134.

Dixon, R.M.W. 1994. Ergativity. Cambridge: Cambridge University Press.

Hopper, Paul dan Sandra A. Thompson. 1980. Transitivity in Grammar and Discourse. Language 56:251-99.

Guo, Hongjie, dan Daryl Chow. 2014. A Corpus-Based Variationist Approach to Bèi Passives in Mandarin Chinese, Corpus Linguistics and Linguistic Theory 10(1): 139–173. https://doi.org/10.1515/cllt-2013-0017

Kroeger, Paul R. 2004. Analyzing Syntax: A Lexical-functional Approach. Cambridge: Cambridge University Press

Li, Charles N. dan Sandra A. Thompson. 1981. Mandarin Chinese: A Functional Reference Grammar. Berkeley: University of California Press.

Li, Chao dan Li Zhao. 2007. Evolution of the Bei Constructions in Chinese, Journal of Chinese Linguistics 35(1): 98–127.

Muslim, M.U. 2003. Morphology, Transitivity, and Voice in Indonesian. Disertasi, La Trobe University.

Sakti, Karina Fefi Laksana, Sunarti, dan Aiga Ventivani. 2020. Contrastive Study of Chinese and Indonesian Passive Sentences, Eralingua: Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra 4(2): 247–257.

Shibatani, Masayoshi, ed. 1988. Passive and Voice. Amsterdam: John Benjamins.

Sun, Chaofen. 2006. Chinese: A Linguistic Introduction. Cambridge University Press.

Susan, Ely. 2017. Analisis Kontrastif Kalimat Pasif dalam Bahasa Mandarin dengan Bahasa Indonesia. Skripsi. Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang.

Ting, Jen. 1998. Deriving the Bei-Construction in Mandarin Chinese, Journal of East Asian Linguistics 7(4): 319–354.

Willy. 2013. Analisis Penerjemahan Kata Kerja Kalimat Pasif Bahasa Mandarin ke dalam Bahasa Indonesia: Kata Depan “Bei” (被) dan Kalimat Pasif Bahasa Mandarin Tanpa Kata Depan. Skripsi Sarjana. Universitas Kristen Maranatha.

Yip, Po-Ching, dan Don Rimmington. 1997. Chinese: An Essential Grammar. New York: Routledge.

Yuan, H. 2015. Studi kontrastif kalimat pasif bahasa Indonesia dan Tionghoa, Litera: Jurnal Bahasa dan Sastra, 14(2), 347–360. https://doi.org/10.21831/ltr.v14i2.7209

Bahasa Abstract

Bahasa Indonesia dan Bahasa Mandarin mempunyai konstruksi pasif. Perbandingan konstruksi pasif dalam kedua bahasa tersebut belum dilakukan secara sistematis dan tidak didasarkan pada data dari korpus. Dalam tulisan ini kami akan membandingkan konstruksi pasif dalam kedua bahasa tersebut berdasarkan urutan kata, jenis verba, dan agennya. Data diambil dari korpus bahasa Indonesia Leipzig Corpora Collection (LCC) (https://cqpweb.lancs.ac.uk) dan korpus bahasa Mandarin BLCU (Beijing Language and Culture University) Chinese Corpus (https://bcc.blcu.edu.cn). Data tulisan ini adalah kalimat pasif dan kalimat lain yang mempunyai makna yang sama (bersinomin) dengan kalimat pasif dalam bahasa Indonesia dan bahasa Mandarin. Dari analisis data yang dilakukan, disimpulkan bahwa (1) urutan kata konstruksi pasif bahasa Indonesia lebih fleksibel daripada konstruksi pasif dalam bahasa Mandarain, (2) verba transitif statis lebih banyak digunakan dalam konstruksi pasif bahasa Indonesia daripada dalam konstruksi pasif bahasa Mandarin, (3) agen dalam konstruksi pasif bahasa Indonesia dapat didahului preposisi, agen dalam konstruksi pasif bahasa Mandarin tidak didahului preposisi, (4) agen berupa pronomina lebih banyak ditemukan dalam konstruksi pasif bahasa Mandarin daripada dalam konstruksi pasif bahasa Indonesia.

Share

COinS