•  
  •  
 

Abstract

Snouck Hurgronje was an Orientalist who had a different view from the colonial government regarding Indonesian independence. Snouck Hurgronje was always outspoken about the situation and dared to take action. This study discusses the views of Dutch and Flemish newspapers, namely Nieuwe Rotterdamsche Courant, Algemeen Handelsblad, and De Standaard, in their December 7 and 8, 1928 editions, regarding Snouck Hurgronje's criticism of Koloniale  Vraagstukken  Van  Heden  En  Morgen  (1928) by Hendrikus Colijn, an anti-revolutionary official. Snouck Hurgronje’s criticism of the Dutch government was viewed negatively. This study uses historical methods through the process of topic selection, source collection, verification (historical criticism, source validity), interpretation (analysis and synthesis), and historiography. The results show that Snouck Hurgronje could be rejected when his opinions conflicted with colonial political interests. The Dutch media's criticism of Snouck Hurgronje in 1928 reflected a political position that sought to maintain a way of thinking that was in line with that of the Dutch government.

References

Surat Kabar

Algemeen Handelsblad. (1928, 8 Desember). p. 10.

Nieuwe Rotterdamsche Courant. (1928, 7 Desember). p. 1.

De Standaard. (1928, 7 Desember).

De Telegraaf. (1928, 31 Oktober). p. 5

Buku

Colijn, H. (1928). Koloniale vraagstukken van heden en morgen. N.V. Dagblad en Drukkerij De Standaard, Amsterdam.

Doel. Wim Van Den (2023). Snouck : Biografi ilmuwan Christiaan Snouck Hurgronje. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia dan KITLV-Jakarta.

Ermanto. (2005). Menjadi wartawan handal & profesional: Panduan praktis dan teoritis. Cinta Pena, Yogyakarta.

Hurgronje, C. Snouck (1928). Colijn over Indië. Amsterdam: H. J. W. Becht. Kuntowijoyo. (1995). Metodologi sejarah. PT Tiara Wacana, Yogyakarta.

Artikel Jurnal

Benda, H. J. (1958). Christiaan Snouck Hurgronje and the foundations of Dutch Islamic policy in Indonesia. The Journal of Modern History, 30(4), 338–347.

Bosscher, D. F. J. (2005). Review of Schipper naast God. Hendrikus Colijn 1869–1944:II, 1933–1944, by H. Langeveld. BMGN Low Countries Historical Review, 120(1), 157–159.

Carvalho, C. (2010). Christiaan Snouck Hurgronje: Biography and perception (Master’s thesis). Graduate School for Humanities, Universiteit van Amsterdam.

Kasijanto. (2008). Media dan monopoli dagang; Percetakan dan penerbitan di Indonesia pada masa VOC. Wacana: Journal of the Humanities of Indonesia, 10(2), 287–300

Locher-Scholten, E. (1994). Dutch expansion in the Indonesian archipelago around 1900 and the imperialism debate. Journal of Southeast Asian Studies, 25(1), 91–111.

Suharyanto, A. (2016). Surat kabar sebagai salah satu media penyampaian informasi politik pada partisipasi politik masyarakat. Jurnal Administrasi Publik, 6(2), 123–136.

Ichwayudi, Budi (2011). Hipokritisme Tokoh Orientalis Christiaan Snouck Hurgronje.. Religio : Jurnal Studi Agama-Agama.

Simarmata, D. N. A., Simanjuntak , D. A. ., Simarmata, R. R. ., & Sinaga, R. (2024). The of the Volksraad in the Dutch East Indies Period. Holistic Science, 4(1), 137–145.

Bahasa Abstract

Snouck Hurgronje merupakan sosok orientalis yang memiliki pandangan yang berbeda dari pemerintah kolonial terhadap kemerdekaan Indonesia. Snouck Hurgronje selalu berterus terang terhadap keadaan yang terjadi dan berani untuk mengambil tindakan. Penelitian ini membahas pandangan surat kabar terbitan Belanda dan Flandria yaitu Nieuwe Rotterdamsche Courant, Algemeen Handelsblad, dan De Standaard edisi 7 dan 8 Desember tahun 1928 terhadap kritik Snouck Hurgronje untuk Koloniale Vraagstukken Van Heden En Morgen (1928) karya Hendrikus Colijn yang merupakan pejabat anti revolusioner. Sikap Snouck Hurgronje yang mengkritik pemerintah Belanda dinilai negatif. Penelitian ini menggunakan metode sejarah melalui proses pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi (kritik sejarah, keabsahan sumber), interpretasi (analisis dan sintesis), dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Snouck Hurgronje dapat menjadi objek penolakan ketika pendapatnya bertentangan dengan kepentingan politik kolonial. Kritik media di Belanda terhadap Snouck Hurgronje pada tahun 1928 mencerminkan posisi politik yang berupaya mempertahankan cara pikir yang sejalan dengan pemikiran pemerintah Belanda.

Included in

Dutch Studies Commons

Share

COinS