•  
  •  
 

Abstract

The term “foolish” often appears in literary works and social interactions, but it is rarely the focus of academic study. This study departs from Md. Akbar Ali Biswas's (2007) Life and Works of Ibn al-Jawzi with Special Reference to His Book Akhbar al-Hamqa wa al-Mughaffilin, which asserts that the theme of foolishness in Ibn al-Jauzi's work is universal because it can be understood across cultures and eras. However, this study has not examined its relevance to the phenomenon of modern human foolishness. Based on this gap, this study aims to reexamine the forms of stupidity in Akhbar al-Hamqa and assess its relevance to the phenomenon of modern stupidity. This study uses a qualitative literature review method with primary data in the form of the text Akhbar al-Hamqa wa al-Mughafallin and secondary data in the form of literature related to the topic. The analysis was conducted using Dietrich Bonhoeffer's Modern Stupidity theory. The results show that the forms of stupidity in the text bear substantial similarities to the phenomenon of modern stupidity, especially in interpreting stupidity as a loss of moral consciousness. Approximately 12.6% of the stories are still relevant to the modern context. This confirms that stupidity is timeless but always influenced by social and cultural contexts.

References

BUKU

Badr, Abdul Basit Abdurrazaq. (1990). Al-Balagah wa al-Naqd, Saudi Arabia: Jami’ah al-Imam Muhammad bin Su’ud al-Islami.

Bonhoeffer, Dietrich. (1972). Letters and Papers from Prison, Ed. Ebehard Bethge. New York: Mcmillan.

Faisal, Abu. (1999). Logika Orang-Orang Bodoh (Akhbarul Hamqa’ wal Mughaffalin). Surabaya: Penerbit Pustaka Progresif.

Ibn al-Jauzi. (2011). Akhbār al-Hamqā wa al-Mughafallīn. Kairo: Daar Ibn al-Jauzi. 

Iskandar, Ahmad. (2022). Kayfa tutqinu an-nahwu. Kairo: Dar lu’lu’ah Al-azhar.

Lesmana, M. (2009). Kitab al-Bukhala: Analisis Struktur Teks dan Isi. Depok: Penetbit Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI

Lesmana, M. (2019). Beberapa Catatan tentang Cara Penulisan Karya Ilmiah untuk Tujuan Akademik. LSM Males Arts Studio, Pusat Dokumentasi Seni Indonesia

Maqbul,Yusuf. (2016). Tarjamah Imam Ibn al-jauzi, Alukah.net. https://sl1nk.com/alukahnetlibrary

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi, Cet. ke-38). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nurgiyantoro, Burhan. (2010). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Stanton, Robert. (2012). Teori Fiksi Robert Stanton. Terj. Sugihastuti, Rossi Abi al-Irsyad Yogyakarta: Pustaka Pelajar

JURNAL, SKRIPSI, TESIS

Biswas, Ali. (2007). Life and Works of Ibn Al-Jauzi (1114-1201 A.D) with Special Reference to His Book “Akhbar Al-Hamqa wa Al-Mugaffallin”. Disertasi. 

Huda, M. M. (2014). Pola analisis wacana strukturalisme Stanton dan hermeneutika: Ke arah tafsir Al-Qur’an humanis-harmonis. 2(1). 55-85. https://doi.org/10.35888/el-wasathiya.v2i1.1991

Shinikov, D. (2020). Intellect, Madness, Instinct: Defining Foolishness in Ibn al-Jawzi’s Stories of Fools.131-151.

WEBSITE

KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Kamus versi online/daring (Dalam Jaringan). diakses pada 2 November. 2025. https://kbbi.web.id/didik

Kitab wa Muallifat Abu al-Faraj Ibn Al-Jauzi. diakses pada 11 September 2025. https://www.hindawi.org/contributors/62515159/

Bahasa Abstract

Istilah bodoh kerap muncul dalam karya sastra maupun interaksi sosial, namun jarang menjadi fokus kajian akademis. Penelitian ini berangkat dari studi Md. Akbar Ali Biswas (2007) Life and Works of Ibn al-Jawzi with Special Reference to His Book Akhbar al-Hamqa wa al-Mughaffilin, yang menegaskan bahwa tema kebodohan dalam karya Ibn al-Jauzi bersifat universal karena dapat dipahami lintas budaya dan zaman. Namun, penelitian tersebut belum menguji relevansinya terhadap fenomena kebodohan manusia modern. Bertolak dari celah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ulang bentuk-bentuk kebodohan dalam Akhbar al-Hamqa, menilai relevansinya dengan fenomena kebodohan modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif kepustakaan dengan data primer berupa teks Akhbar al-Hamqa wa al-Mughafallin dan data sekunder berupa literatur terkait topik. Analisis dilakukan dengan teori Modern Stupidity Dietrich Bonhoeffer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kebodohan dalam teks memiliki kemiripan substansial dengan fenomena kebodohan modern, terutama dalam mengartikan kebodohan sebagai hilangnya kesadaran moral. Sekitar 12,6% kisah masih relevan dengan konteks modern. Hal ini menegaskan bahwa kebodohan bersifat lintas zaman namun selalu dipengaruhi konteks sosial dan budaya.

Share

COinS