•  
  •  
 

Abstract

The dissolution of the Koninklijk Nederlands-Indisch Leger (KNIL) following the recognition of Indonesian sovereignty created serious problems for KNIL soldiers from Ambon, particularly with regard to their legal status, security, and place of demobilization. The unstable political and security situation in Eastern Indonesia in the early 1950s, combined with tensions between the Netherlands and the Republik Indonesia Serikat, further intensified the uncertainty surrounding the fate of former Ambonese KNIL soldiers. It was within this context that the Aponno Delegation emerged as a representative body advocating the interests of former Ambonese KNIL members who rejected demobilization within the territory of the Republic of the United States of Indonesia.

This study aims to analyze the role and strategies of the Aponno Delegation in opposing the planned relocation of former Ambonese KNIL soldiers to the territory of the Republic of the United States of Indonesia and in advocating for their demobilization rights during the period 1950–1951. The research data were obtained from primary sources in the form of archival legal petitions submitted by the Aponno Delegation to the Dutch government, preserved at the Nationaal Archief, the Staatsblad van het Koninkrijk der Nederlanden, and reports from Dutch-language newspapers accessed through Delpher. Secondary sources, including books and scholarly articles, were used to strengthen the historical context and analysis.

This research employs the historical method, encompassing the stages of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. External and internal criticism were conducted to assess the authenticity and credibility of the sources, after which the data were interpreted chronologically and contextually. The findings indicate that the Aponno Delegation played a significant role in the demobilization process of former Ambonese KNIL soldiers, particularly through legal and political strategies that influenced the policy leading to their transfer to the Netherlands in 1951

References

BUKU

Amal, M. A. (2010). Kepulauan rempah-rempah: Perjalanan sejarah Maluku Utara 1250–1950. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Anwar, R. (2005). Petitle Historie: Sejarah kecil Indonesia. Jakarta: Kompas.

Bartels, D. (2017). Di bawah naungan Gunung Nunusaku: Muslim-Kristen hidup berdampingan di Maluku Tengah (Jil. II). Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Budiarjo, M. (2008). Dasar-Dasar Ilmu Politik (Edisi revisi). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Frederick, W. H. (2005). Pemahaman sejarah Indonesia (sebelum dan sesudah revolusi). Jakarta: Pustaka LP3ES.

Gottschalk, L. (1986). Mengerti sejarah (N. Notosusanto, Penerj.). Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.

Joehanda, W. K. (2018). KNIL: Dari serdadu kolonial menjadi republik. Jakarta Selatan: PT. Suka Buku.

Kartodirdjo, S. (1982). Pemikiran dan perkembangan historiografi Indonesia: Suatu alternatif. Jakarta: PT. Gramedia.

Kartodirdjo, S. (1991). Pendekatan ilmu sosial dalam metodologi sejarah. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Kuntowijoyo. (1994). Metodologi sejarah. Yogyakarta: PT. Tiara Wacana. Leirissa, R. Z. (1975). Maluku dalam perjuangan nasional Indonesia. Jakarta:

Lembaga Sejarah Fakultas Sastra, Universitas Indonesia.

Manuhutu, V. W., & Smeets, H. (1991). Tijdelijk verblijf: de opvang van Molukkers in

Nederland 1951. Amsterdam: De Bataafsche Leeuw.

Mansbach, R. W., & Rafferty, K. L. (2012). Pengantar politik global (A. Asnawi, Penerj.). Bandung: Nusa Media.

Matanasi, P. (2007). KNIL (Koninklijk Nederlandsche Indische Leger): Bom waktu tinggalan Belanda. Yogyakarta: Med Press.

Matanasi, P. (2011). Pribumi jadi letnan KNIL. Yogyakarta: Terompet.

Nasution, A. H. (1963). Menuju tentara rakjat. Jakarta: Jajasan Penerbit Minang. Pieris, J. (2004). Tragedi Maluku (sebuah krisis peradaban). Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Fuar, J. A. (1956). Peristiwa Republik Maluku Selatan. Djakarta: Bulan Bintang.

Noto Soetardjo. (1956). Dokumen-dokumen Konferensi Meja Bundar: Sebelum dan sesudah pembubarannya. Djakarta: Endang.

Suhartono. (1994). Sejarah pergerakan nasional. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Varma, S. P. (2010). Teori politik modern (Y. Kristiarto S. L., dkk., Penerj.). Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Sunarlan, dkk. (2018). Pedoman penyusunan karya ilmiah Prodi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jember. Yogyakarta: LaksBang PRESSIndo.

Jurnal/Artikel Ilmiah

Andrew Huwae. (2009). Jejak singkat wajah perkembangan kota: Pasar, persekolahan, perkantoran dan momentum di Kota Ambon pada masa kolonial Belanda. Kapita Arkeologi, 5(8), 39–44.

Jurnal Kapita Arkeologi. (2010). Kapita Arkeologi, 6(11), 110–116.

Endro Nurbantoro, dkk. (2022). Perang Kemerdekaan Indonesia (1945–1949) dalam perspektif strategi perang semesta. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3).

Kotarumalos, N. A. (2017). Mengkonstruksi identitas diaspora Maluku di Belanda. LIPI — Artikel, 34(1), 127.

Hatib Abdul Kadir. (2011). Dari Bangsal menuju Pergaulan Global: Perubahan Identitas Orang Maluku di Belanda. Kajian Wilayah, 3(1), 25–24.

MEDIA

Affan, H. (2017). Kampung Kramat, keluarga KNIL, dan kisah penyelamatan warga Maluku dari amuk massa anti-Belanda 72 tahun silam. BBC Indonesia. Diakses 20 Juni 2023, dari HTTPS://WWW.BBC.COM/INDONESIA/INDONESIA-40920798

Kusomo, R. (2022, 13 Juni). Kisah pilu KNIL Maluku: Habis manis, sepah dibuang  di Belanda. Good News From Indonesia. Diakses dari https://www.goodnewsfromindonesia.id/2022/06/13/kisah-pilu-knil-maluku-habis-manis-sepah-dibuang-di-belanda

Matanasi, P. (2023). Jadi korban kekerasan, pejuang Ambon akhirnya berpihak ke Belanda.       Tirto.id.    Diakses   20   Juni   2023,   dari https://tirto.id/jadi-korban-kekerasan-pejuang-ambon-akhirnya-berpihak-    ke-belanda-gfGb

Suwiknyo, E. (2023, 29 Juni). Di Rusia ada Wagner, Belanda punya Marsose! Kabar24 (Bisnis.com).    Diakses     12    November    2023,    dari https://kabar24.bisnis.com/read/20230629/15/1670254/di-rusia-ada-wagn    er-belanda-punya-marsose

Triyono, L. (2023). AS tekan Belanda agar akui kemerdekaan dan kedaulatan RI. VOA Indonesia. Diakses 22 Maret 2023, dari https://www.voaindonesia.com/a/as-tekan-belanda-agar-akui-kemerdekaan-dan-kedaulatan-ri-/5547278.html

PotretMaluku.id. (2023). Republik Maluku Selatan, Ibarat Memegang Angin (2). Diakses 22 Maret 2023, dari https://potretmaluku.id/republik-maluku-selatan-ibarat-memegang-angin-2/

INTERNET

De Mythe van de Vrijwillige Komst van de Molukse KNIL-Militairen Naar Nederland. Government  in  Exile  of  the  Republic  of  the  South-Moluccas. https://www.republikmalukuselatan.nl/de-mythe-van-de-vrijwillige-komst-v an-de-molukse-knil-militairen-naar-nederland/

Het Spoor Terug — Afscheid van Indië 3: het KNIL (VPRO). Diakses dari https://www.vpro.nl/speel~POMS_VPRO_384589~afscheid-van-indi%C3%AB-3-het-knil-koninklijk-nederlands-indisch-leger-het-spoor-terug~.html.

Inzake Ambon Resolutie van de Nederlandse Vereniging voor Internationaal Recht. republikmalukuselatan.nl (No. 5).

Kebudayaan Kemdikbud — Nasution, M. Aceh Looking Back. Diakses dari

https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbaceh/aceh-looking-back/

Parlement.com  —  s’Jacob,  H.  L.  Profil.  Diakses  23  Juni  2024,  dari https://www.parlement.com/id/vg09llhlqsyc/h_l_hans_s_jacob#p.loopbaan RepublikMalukuSelatan.nl — Government in Exile (De Mythe van de Vrijwillige Komst van de Molukse KNIL-Militairen Naar Nederland).

ARSIP

Collectie Moluks Historisch Museum. (Gambar Delegasi Aponno di Belanda) Delpher. (Digital Archives: Gambar Dapur Pusat Kamp Ambon di Belanda Delpher. (Digital Archives: Gambar Kedatangan Eks KNIL Ambon di Belanda saat Musim Dingin).

Fotocollectie RVD Londern. (Gambar Pasukan KNIL yang terdiri dari perwira-perwira Belanda berada di kamp pelatihan khusus Australia. HA. 120. Potret prajurit asal Ambon di Australia, HA. 123. KNIL di kamp pelatihan Australia untuk pelatihan khusus.)

Inventaris van het archief van het Commissariaat van Ambonezenzorg (1949) 1952–1970 (1985). No. 7852. Nationaal Archief.

Nationaal Archief. (Kapal Pengangkut (Maluku) 1951)

KITLV (Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies). KITLV Digital Collection.

Tropenmuseum. (Gambar Ter Poorten sebagai POW (Prisoner of War) Dibebaskan pada tanggal 17 Agustus 1945 di Manchuria)

DOKUMEN

Hege comitans te Djakarta (Lamping) aan minister van Uniezaken en Overzeese Rijksdelen (Van Maarsveen), 28 Jan. 1951.

Staatsblad van het Koninkrijk der Nederlanden. (1950). No. K.309.

Noto Soetardjo. (1956). Dokumen-Dokumen Konferensi Meja Bundar Sebelum dan Sesudah Pembubarannya. Djakarta: Endang.

SKRIPSI

Abdullah Efendi. (2011). Eks KNIL Ambon di Surabaya tahun 1942–1955 (Skripsi). Departemen Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga. (hlm. 73/ hlm. 77)

Liestyaningsih. (t.t.). Pemberontakan Republik Maluku Selatan (Skripsi). Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jember. (hlm. 121)

Masita. (t.t.). Perlawanan terhadap NICA dan eliminasi orang-orang pro-NICA di Palopo dan sekitarnya 1946–1950 (Skripsi). Departemen Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin. (hlm. 49)

Puspa Dewi. (t.t.). Pembatalan Persetujuan Konferensi Meja Bundar Tahun 1956 (Skripsi). Program Studi Sejarah, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. (hlm. 19)

SEMINAR

Bahtiar, Ansaar, & Sritimuryati. (2019). Peristiwa Andi Azis di Sulawesi Selatan 5 April 1950. Seminar Series in Humanities and Social Sciences, No. 1.

Bahasa Abstract

Pembubaran Koninklijk Nederlands-Indisch Leger (KNIL) setelah pengakuan kedaulatan Indonesia menimbulkan persoalan serius bagi tentara KNIL asal Ambon, khususnya terkait status hukum, keamanan, dan tempat demobilisasi mereka. Situasi politik dan keamanan di Indonesia Timur yang tidak stabil pada awal 1950-an, disertai ketegangan antara Belanda dan Republik Indonesia Serikat, memperbesar ketidakpastian nasib eks KNIL Ambon. Dalam konteks inilah muncul Delegasi Aponno sebagai representasi kepentingan eks KNIL Ambon yang menolak demobilisasi di wilayah Republik Indonesia Serikat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan strategi Delegasi Aponno dalam menentang rencana pemindahan eks KNIL Ambon ke wilayah Republik Indonesia Serikat serta memperjuangkan hak demobilisasi mereka pada periode 1950– 1951. Data penelitian diperoleh dari sumber primer berupa arsip gugatan Delegasi Aponno kepada pemerintah Belanda yang tersimpan di Nationaal Archief, Staatsblad van het Koninkrijk der Nederlanden, serta pemberitaan surat kabar berbahasa Belanda yang diakses melalui Delpher. Sumber sekunder berupa buku dan artikel ilmiah digunakan untuk memperkuat konteks historis dan analisis. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Kritik ekstern dan intern dilakukan untuk menilai keaslian serta kredibilitas sumber, kemudian data ditafsirkan secara kronologis dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Delegasi Aponno memiliki peran penting dalam proses demobilisasi eks KNIL Ambon, khususnya melalui strategi hukum dan politik yang memengaruhi kebijakan pemindahan mereka ke Belanda pada tahun 1951.

Share

COinS