Abstract
Istana Dalam Loka, located in Sumbawa, is one of the cultural heritage assets in Sumbawa Regency that has not yet been officially designated as a cultural heritage site. Built in 1885, Istana Dalam Loka is a wooden palace that once served as the administrative center of the Sumbawa Sultanate as well as the residence of the king and his family. The palace stands as a historical witness containing numerous cultural and historical values, and therefore should be designated and protected in accordance with the Cultural Heritage Law. This study aims to identify the significant values possessed by Istana Dalam Loka and to assess its physical condition as part of efforts toward its protection and preservation. This research employs a qualitative method with descriptive analysis. The findings indicate that Istana Dalam Loka qualifies to be designated as a cultural heritage site because it holds important values in accordance with Law No. 11 of 2010. These include historical significance, particularly in political history, scientific significance for its research potential, as well as educational, religious, and cultural importance. The results of this study provide recommendations for the process of designation and grading of Istana Dalam Loka, Sumbawa, as an official cultural heritage site.
References
Amiuza, C. B. 2017. Semiotika Arsitektur Tradisional Sumbawa. Jurnal RUAS, Volume 15 No. 2: 61-71.
Aqli, W. 2011. Anatomi Bubungan Tinggi Sebagai Rumah Tradisional Utama Dalam Kelompok Rumah Banjar. Jurnal Nalars, Vol. 10, pp. 71-82.
Cronyn, J.M. 1990. The Elements of Archaeology Conservation. London: Routedge.
Dit. Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. 2013. Pedoman Penilaian Kriteria Penetapan Cagar Budaya. Jakarta: Dit. PCBM, Dikbud.
Gambiro, H. & A. Yamin. 2018. Meneropong Istana Tua (Dalam Loka) Warisan Arsitektur Tradisional Sumbawa). Jurnal Arsitektur, Bangunan, & Lingkungan, Vol. 8 No. 1: 1-10.
Hermansyah, W. 2016. Terminologi Rumah Adat Dalam Loka Sumbawa: Sebuah Tinjauan Antropolonguistik. Jurnal Ilmu Bahasa, Vol. 2, No. 2, 293-312.
Hidayati, S. W. 2021. Kajian Historis Arsitektur dan Termninologi Rumah Adat Dalam Loka Sumbawa. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, Vol. 5, No. 1: 636-644.
Martadinata, S. 2015. Mengungkap Makna Kekayaan “Istana Dalam Loka” (Studi Etnografi di Suku Sumbawa Pulau Sumbawa. Tesis. Malang: Universitas Brawijaya.
Muhidin, L.A., M. Arifin, I. N. Kayun, L.E. Suhaemi. 1991. Arsitektur Tradisional Daerah Nusa Tenggara Barat. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Nusa Tenggara Barat.
Pearson, M. & S. Sullivan. 1995. Looking After Heritage Places. The Basics of Heritage Planning for Managers, Landowrners and Administrators. Melbourne: Melbourne University Press
Purwanto, H & C. P. Titasari. 2018. Identifikasi Nilai Penting Cagar Budaya di Pura Jaksan Sebagai Dasar Pelestarian Berkelanjutan. Buletin Sudamala Volume 04/1/2018.
Rahardjo, S., & Muluk, H. 2011. Pengelolaan Warisan Budaya di Indonesia. Bandung: Lubuk Agung.
Rahmansah, B. R. 2014. Arsitektur Tradisional Bugis Makassar. Jurnal Forum Bangunan, Vol. 12, No. 2: 56-63).Raodah. 2012. Balla Lompoa di Gowa (Kajian Arsitektur Tradisional Makassar). Jurnal Patanjal Vol. 4, No. 3: 378-390).
Raodah. 2012. Balla Lompoa di Gowa (Kajian Arsitektur Tradisional Makassar). Jurnal Panjala, Vol. 4, No. 3, pp: 378-390.
Satriawan, D & C. B. Amiuza. 2017. Studi Elemen Interior Rumah Adat Sumbawa. Universitas Brawijaya: Fakultas Teknik.
Selim, A. G. 1999. Sejarah Daerah Sumbawa Untuk Kelas 6 Sekolah Dasar. Sumbawa Besar: SDN Brang Biji.
Suhartono, Y. 2009. Pelestarian Sumber Daya Arkeologi dalam Konteks Keruangan di Kawasan Borobudur. Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur, Vol. III, No. 3, hal 11-19. (Diakses pada 24 Maret 2021 melalui
http://borobudur.kemdikbud.go.id/index.php/jurnalkonservasicagarbudaya/article/view/60/4 9)
Tanudirjo, D. A. 2004. Kriteria Penetapan Benda Cagar Budaya. Makalah disampaikan pada Rapat Penyusunan Pedoman Penetapan Benda Cagar Budaya, Cirbon 16 Juni 2004.
Tim Peneliti Balai Pelestarian Peninggalan Pubakala Bali. 2010. Purnapugar Istana Dalam Loka. Laporan Purnapugar Istana Dalam Loka Sumbawa. Bali: Balai Arkeologi Bali.
Tim Peneliti Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Denpasar. 2004. Istana Tua Dalam Loka (Kajian Historis dan Sosial Budaya). Proyek Pemanfaatan dan Kebudayaan Daerah Bali.
Denpasar: BKSNT.
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya. 2010. Jakarta: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Widiati, K.Y & M.S. Hartanti. 2019. Identifikasi Jenis-Jenis Sambungan Pada Konstruksi Rumah Panggung di Samarinda. Jurnal Hut Trop 3 (1); 50-57.
Zulkarnain, A. 2011. Kepemimpinan dalam Adat dan Rappang Tana Sawama. Yogyakarta:
Ombak.
Bahasa Abstract
Istana Dalam Loka, Sumbawa merupakan salah satu warisan budaya yang terdapat di Kabupaten Sumbawa yang statusnya belum ditetapkan menjadi cagar budaya. Istana Dalam Loka merupakan istana kayu yang dibangun sejak tahun 1885 yang digunakan sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Sumbawa dan tempat tinggal raja juga keluarganya. Istana Dalam Loka menjadi saksi sejarah yang menyimpan banyak nilai-nilai di dalamnya sehingga harus ditetapkan dan dilindungi sesuai dengan UU Cagar Budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai penting yang dimiliki oleh Istana Dalam Loka dan mengetahui kondisi fisik istana sebagai salah satu langkah perlindungan dan pelestarian istana. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan menggunakan analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Istana Dalam Loka dapat dijadikan cagar budaya karena memiliki nilai penting yang sesuai dengan UU No. 11 Tahun 2010. Nilai penting yang dimiliki yaitu nilai penting sejarah dalam hal sejarah politik, nilai penting ilmu pengetahuan karena potensinya untuk dapat dikaji dalam ilmu pengetahuan, nilai penting pendidikan, nilai penting agama, dan nilai penting kebudayaan. Hasil penelitian ini dapat memberikan rekomendasi untuk proses penetapan dan peringkat Istana Dalam Loka, Sumbawa
Recommended Citation
Alifah, Tsary Nabilah and Ginanjar, Agi
(2025)
"IDENTIFIKASI NILAI PENTING CAGAR BUDAYA PADA ISTANA DALAM LOKA, SUMBAWA,"
Multikultura: Vol. 4:
No.
4, Article 11.
DOI: 10.7454/multikultura.v4i4.1203
Available at:
https://scholarhub.ui.ac.id/multikultura/vol4/iss4/11