The study consisted of reactor design used for transesterification process, effect of glycerol separation on transesterification reaction, determination of biodiesel quality, and mass balance analysis. The reactor was designed by integrating circulated pump/stirrer, static mixer, and sprayer that intensify the reaction in the outer tank reactor. The objective was to reduce the use of methanol in excess and to shorten the processing time. The results showed that the reactor that applied the glycerol separation was able to compensate for the decreased use of the reactant methanol from 6:1 to 5:1 molar ratio, and changed the mass balance in the product, including: (i) the increase of biodiesel production from 42.37% to 49.34%, and (ii) the reduction of methanol in excess from 42.37% to 32.89%. The results suggested that the efficiency of biodiesel production could be increased with the glycerol separation engineering.

Bahasa Abstract

Desain Reaktor Biodiesel dengan Pemisahan Gliserol untuk Meningkatkan Hasil Produksi Biodiesel. Penelitian ini terdiri dari desain reaktor yang digunakan untuk proses transesterifikasi, pengaruh pemisahan gliserol pada reaksi transesterifikasi, penentuan kualitas biodiesel, dan analisis neraca massa. Reaktor didesain dengan mengintegrasikan pompa/pengaduk, mixer statis, dan sprayer yang mengintensifikasi reaksi pada reaktor tangki luar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menurunkan jumlah methanol yang berlebih dan mempercepat waktu pemrosesan. Hasil penelitian menunjukan bahwa reaktor yang menggunakan pemisahan gliserol dapat mengkompensasi penurunan penggunaan reaktan methanol dari 6:1 hingga 5:1 rasio molar, dan mengubah neraca massa pada produk yang antara lain: (i) peningkatan produksi biodiesel dari 42,37% hingga 49,34%, dan (ii) penurunan metano berlebih dari 42,37% hingga 32,89%. Berdasarkan hasil penelitian, efisiensi produksi biodiesel dapat ditingkatkan dengan rekayasa pemisahan gliserol.


M.A. Dube, A.Y. Tremblay, J. Liu, J. Bioresour. Tech. 98/3 (2007) 639.

J.C. Thompson, B.B. He, Am. Soc. Agri. Bio. Eng. 50/1 (2007) 161.

R. Alamsyah, A.H. Tambunan, Y.A. Purwanto, D. Kusdiana, Agric. Eng. Internat. CIGR J. 7 (2008) 1.

B. Wenzel, M. Tait, A. Módenes, A. Kroumov, Bioauto. J. 5 (2006) 13.

R.N.M. Kamil, S. Yusup, Bioresource Tech. J. 101 (2010) 5877.

H. Wijaksana, G.B.W. Kusuma, Asian J. Energy Env. 8/4 (2007) 650.

R. Kastaman, T. Herwanto, Y. Iskandar, J. Agrikultura 17 (2005) 1.

Yoeswono, Triyono, I. Tahir, Indonesian J. Chem. 8/2 (2008) 219.

B. Rahmat, I.S Setiasih, R. Kastaman, Indonesian J. Chem. 12/3b ( 2012) 255.

Anon., Badan Standarisasi Nasional, www.bsn.go.id. 2006.

G. Knothe, JAOC 83/10 (2006) 823.



To view the content in your browser, please download Adobe Reader or, alternately,
you may Download the file to your hard drive.

NOTE: The latest versions of Adobe Reader do not support viewing PDF files within Firefox on Mac OS and if you are using a modern (Intel) Mac, there is no official plugin for viewing PDF files within the browser window.