•  
  •  
 

Majalah Ilmu Kefarmasian

Abstract

Theophylline is a bronchodilator used for the treatment of bronchial asthma and other respiratory diseases. Theophylline has a narrow therapeutic index (10-20 µg/ml) and relatively short elimination half-life (6,19 ± 0,031 hours). Causes rapid elimination rate of theophylline should be given periodically to maintain drug levels in blood for the desired therapeutic effect can be achieved. The preparation of theophylline controlled release is expected to produce blood concentrations of theophylline in a more stable. The physical properties of tablets and drug release from matrix systems are influenced by the nature of the composition of the matrix. This research, theophylline controlled release tablets were made by combination of xanthan gum and HPMC as matrix composition. Combination of HPMC and xanthan gum was supposed to produce tablets with the required pysical properties and ability to extend the releasing period of theophylline from matrix system. HPMC-xanthan gum compositions used in formulation were 1:4, 1:1, and 4:1. Based on the evaluation of the physical properties carried out on the tablet, it was found out that the three formulas fit the requirements for ideal tablet. The increasing of xanthan gum concentration in the formula was proportional with the improvement of mass flowability and tablet hardness. Evaluation of the releasing profile of theophylline from matrix system had been conducted in vitro by dissolution test. Based on the test, it was found out that all combinations have variation in releasing profile. The increasing of HPMC concentration in formula will extend the releasing time of theophylline. The difference in releasing profile of Retaphyl SR® with formula 1, 2, and 3 because of differences in raw materials that form the matrix.

Bahasa Abstract

Teofilin merupakan bronkodilator yang digunakan untuk mengatasi gangguan asma dan gangguan pernafasan lainnya. Teofilin memiliki indeks terapi sempit (10-20 µg/ml) dan waktu paruh eliminasi relatif singkat (6,19 ± 0,031 jam). Laju eliminasi yang cepat menyebabkan teofilin perlu diberikan secara berkala untuk mempertahankan kadar obat dalam darah agar efek terapi yang diinginkan dapat tercapai. Sediaan teofilin lepas terkendali diharapkan dapat menghasilkan konsentrasi teofilin dalam darah yang lebih terjaga. Sifat fisik tablet dan pelepasan obat dari sistem matriks dipengaruhi oleh komponen penyusun matriks. Pada penelitian ini tablet teofilin lepas terkendali dibuat dengan kombinasi HPMC dan xanthan gum sebagai komponen penyusun matriks. Kombinasi HPMC dan xanthan gum diharapkan dapat menghasilkan tablet dengan sifat fisik yang memenuhi persyaratan serta memiliki kemampuan untuk memperlambat kecepatan pelepasan teofilin dari matriks tablet. Perbandingan HPMC-Xanthan gum yang digunakan dalam formulasi ini yaitu 1:4, 1:1, dan 4:1. Berdasarkan evaluasi sifat fisik yang dilakukan terhadap sediaan tablet, diketahui bahwa ketiga formula memenuhi persyaratan sifat fisik tablet yang ideal. Peningkatan konsentrasi xanthan gum dalam komposisi formula berbanding lurus dengan peningkatan sifat alir massa dan kekerasan tablet teofilin. Evaluasi profil pelepasan obat dari sistem matriks dilakukan secara in vitro melalui uji disolusi. Berdasarkan hasil uji disolusi diketahui bahwa seluruh kombinasi memiliki profil pelepasan obat yang berbeda-beda. Peningkatan konsentrasi HPMC memperpanjang waktu pelepasan teofilin. Perbedaan jumlah pelepasan obat pada sediaan Retaphyl SR® dengan tablet formula 1, 2, dan 3 dikarenakan perbedaan bahan baku penyusun matriks. Kata kunci: hidroksipropil metilselulosa, tablet lepas terkendali, teofilin, uji disolusi, dan xanthan gum.

Share

COinS