•  
  •  
 

Abstract

Kemajuan teknologi seperti penggunaan media untuk menyampaikan, menyampaikan pendapat, andai satu sama lain, serta menemukan dan berbagi informasi, namun hal ini juga memiliki kelemahan. Efek positifnya, media sosial dapat digunakan untuk mempercepat penyebaran informasi, namun dampak negatifnya penyebaran adalah paham radikal, ujaran kebencian, hoax, dan lain-lain yang dapat mengancam pertahanan negara dan kedaulatan negara Republik Indonesia. Penelitian ini menggunakan model yang kompleks dan jumlah sampel yang terbatas sehingga dalam analisis datanya menggunakan software Smart-PLS. Smart-PLS menggunakan metode bootstrap atau perkalian acak. Penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku pemuda dalam penyebaran paham radikalisme memiliki pengaruh positif terhadap ketahanan individu pemuda.T-Statistic > 1,98 sehingga menghasilkan nilai yang positif. Ini menggambarkan bahwa semakin baik perilaku pemuda dalam penyebaran paham radikalisme, maka akan semakin baik pula ketahanan individu yang bertanggung jawab dalam penyebaran paham radikalisme agar tidak membuat, dan didukung oleh paham radikalisme.

Bahasa Abstract

Kemajuan teknologi seperti penggunaan media untuk menyampaikan, menyampaikan pendapat, andai satu sama lain, serta menemukan dan berbagi informasi, namun hal ini juga memiliki kelemahan. Efek positifnya, media sosial dapat digunakan untuk mempercepat penyebaran informasi, namun dampak negatifnya penyebaran adalah paham radikal, ujaran kebencian, hoax, dan lain-lain yang dapat mengancam pertahanan negara dan kedaulatan negara Republik Indonesia. Penelitian ini menggunakan model yang kompleks dan jumlah sampel yang terbatas sehingga dalam analisis datanya menggunakan software Smart-PLS. Smart-PLS menggunakan metode bootstrap atau perkalian acak. Penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku pemuda dalam penyebaran paham radikalisme memiliki pengaruh positif terhadap ketahanan individu pemuda.T-Statistic > 1,98 sehingga menghasilkan nilai yang positif. Ini menggambarkan bahwa semakin baik perilaku pemuda dalam penyebaran paham radikalisme, maka akan semakin baik pula ketahanan individu yang bertanggung jawab dalam penyebaran paham radikalisme agar tidak membuat, dan didukung oleh paham radikalisme.

References

DAFTAR PUSTAKA

Ajzen, I., 1985. Dari niat untuk tindakan: teori perilaku yang direncanakan. Dalam: Kuhl, J., Beskmann, J. (Eds.), Kontrol Tindakan: Dari Kognisi ke Perilaku. Springer, New York, hlm. 11–39.

Azwar, Saifuddin. 2005. Sikap Manusia: Teori dan Pengukurannya. Yogayakarta: Pustaka Pelajar.

Barnidge, M. (2017). Paparan perselisihan politik di media sosial versus pengaturan online tatap muka dan anonim. Komunikasi Politik , 34 (2), 302-321. doi: 10.1080 / 10584609.2016.1235639

Barnidge, M., Huber, B., Gil de Zúñiga, H., & Liu, JH (2018). Media sosial sebagai ruang untuk ekspresi politik yang "berisiko": Analisis komparatif bertingkat dua puluh negara. Jurnal Internasional Pers / Politik, 23 (2), 161-182. DOI: 10.1177 / 1940161218773838

BNPT. (2020). Majalah Pusat Media Damai.

Bonanno GA, (2004). Kehilangan, trauma, dan ketahanan manusia: Apakah kita pernah meremehkan kapasitas manusia untuk berkembang setelah peristiwa yang sangat tidak menyenangkan? Am Psychol 59: 20-28.

Casaló, LV, & Escario, JJ (2018). Heterogenitas dalam hubungan antara sikap lingkungan dan perilaku pro-lingkungan: Pendekatan regresi bertingkat. Jurnal Produksi Bersih, 175, 155-163

Conner, M., Kirk, SFL, Cade, JE, & Barrett, JH (2001). Mengapa wanita menggunakan suplemen makanan? Penggunaan teori perilaku terencana untuk mengeksplorasi keyakinan tentang penggunaannya. Ilmu Sosial dan Kedokteran, 52, 621–633.

Eshel, Y., & Kimhi, S. (2015). Rasio pemulihan pasca perang terhadap gejala stres sebagai ukuran ketahanan, karakteristik individu, rasa bahaya dan usia. Jurnal Kehilangan dan Trauma (Online).

Eshel, Y., Kimhi, S., Lahad, M., & Leykin, D. (2016). Individual, community, and national re- siliencies and age: Are older people less resilient than younger individuals? American Journal of Geriatric Psychiatry, 24, 644–647.

Flamm, B. (2009). The impacts of environmental knowledge and attitudes on vehicle ownership and use. Transportation research part D: transport and environment, 14(4), 272 -279.

Gadd, D., 2009. Aggravating racism and elusive motivation. Br. J. Criminol. 49, 755e771

García, S., & Talavero, V. (2019). A sociological approach to the extremist radicalization in islam: The need for indicators. Int. J. Intell. Secur. Publ. Affair., 21, 66-83.

Huddy, L. (2001). From social to political identity: A critical examination of social identity theory. Political Psychology, 22(1), 127-156. DOI: 10.1111/0162- 895X.00230

Jainuri, A. (2016). Radikalisme dan Terorisme. Malang: Intrans Publishing.

Kaiser, L., Briones, M. S., & Hayden, F. G. (1999). Performance of virus isolation and Directigen® Flu A to detect influenza A virus in experimental human infection. Journal of clinical virology, 14(3), 191 -197.

Kemenkominfo. (2015, Maret 04). Diambil kembali dari ISIS Sebar Paham Radikal Melalui Media Digital: https://kominfo.go.id/content/detail/4523/isis-sebar-paham-radikal-melalui-media-digital/0/sorotan_media

Khosrokhavar , F. (2004). Radicalisation. Paris: Éditions de la Maison des sciences de l’homme.

Kriyantono, R. (2019, Desember Senin). Potensi Radikalisme Masih Ada di 2020. Diambil kembali dari Times Indonesia: https://www.timesindonesia.co.id/read/news/244970/potensi-radikalisme-masih-ada-di-2020#:~:text=Data%20menunjukkan%2C%20konten%2Dkonten%20radikal,ini%20meningkat%20dan%20sulit%20dihalau.

Kriyantono, R. (2019, Desember Senin). Times Indonesia. Diambil kembali dari Potensi Radikalisme Masih Ada di 2020: https://www.timesindonesia.co.id/read/news/244970/potensi-radikalisme-masih-ada-di-2020

Kwok, I., & Wang , Y. (2013). Locate the hate: detecting tweets against blacks. Publication:AAAI'13: Proceedings of the Twenty-Seventh AAAI Conference on Artificial Intelligence, 1621–1622.

Leets, L. (2001). Explaining perceptions of racist speech. Communication Research, 28(5), 676- 706. doi: 10.1177/009365001028005005

MacKay, K., & Iwasaki, Y., 2005, “Buliding Strengths and Resilience: Leisure as A Stress Survival Strategy”. Journal of Guidance & Counselling, 33(1), 1469- 2534

Maskaliunait ¯ e, A. (2015). Exploring the theories of radicalization. Interdisciplinary Political and Cultural Journal, 9–26.

Masten, A. S. (2011). Resilience in children threatened by extreme adversity: Frameworks for research, practice, and translational synergy. Development and Psychopathology, 23, 493–506.

McGilloway, A., Ghosh, P., & Bhui, K. (2015). A systematic review of pathways to and processes associated with radicalization and extremism amongst Muslims in Western societies. International Review of Psychiatry, 39-50.

Meehan, C., & Meehan, P. (2019). Exploring the role of ‘RE’ in early childhood education and care as a response to the PREVENT agenda in England. Early Child Development and Care, 1174-1188.

Poushter , J., & Manevich, D. (2017). Globally, people point to ISIS and climate change as leading security threats. Pew Research Center .

Reivich, K., Shatte, A., 2002. The Resilience Factor: 7 Keys to Finding Inner Strength and Overcoming Life's Hurdles. Three Rivers Press, New York.

Sagone, E., & De Caroli, M. E. (2014). Relationships between psychological well- being and resilience in middle and late adolescents. Procedia – Social and Behavioral Sciences, 141, 881–887.

Santrock, Jhon W. (2014). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Salemba Humanika

Sarwono, Sarlito Wirawan. 2005. Psikologi Sosial: Individu dan Teori-Teori Psikologi Sosial. Jakarta: Balai Pustaka

Schwartz, S. H. (1992). Universals in the content and structure of values: Theoretical advances and empirical tests in 20 countries. Advances in Experimental Social Psychology, 25(1), 1–65.

Smith, C., & Carlson, B. E. (1997). Stress, coping, and resilience in children and youth. Social Service Review, 71, 231–256

Suradinata, E. (2001). Geopoliti dan Geostategik Dalam Mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jurnal Ketahanan Nasional No. VI .

Suryohadiprojo, S. (1977). Ketahanan Nasional Indonesia. Jurnal Ketahanan Nasional No. II 1 April 1997 Program Studi Ketahanan Nasional, PTS UGM .

Wagnild, GM, & Young, HM (1993). Pengembangan dan evaluasi psikometri dari Skala Ketahanan. Jurnal Pengukuran Keperawatan, 1, 165–178.

Wardle, C., Derakhshan, H., 2017. Gangguan Informasi: Menentang Kerangka Interdisipliner untuk Investigasi dan Pembuatan Kebijakan. Laporkan ke Dewan Eropa

Wieviorka, M. (1988). Sociétés et terrorisme. Paris: Fayard.

Share

COinS
 
 

To view the content in your browser, please download Adobe Reader or, alternately,
you may Download the file to your hard drive.

NOTE: The latest versions of Adobe Reader do not support viewing PDF files within Firefox on Mac OS and if you are using a modern (Intel) Mac, there is no official plugin for viewing PDF files within the browser window.