•  
  •  
 

Jurnal Kajian Stratejik Ketahanan Nasional

Abstract

Counter-terrorism is responsibility among citizen in the “Sishankamrata” doctrine. The police and military are the main elements in “Sishankamrata”. The first purpose of this study is to analyze how best practiced democratic countries to deal with terrorism, the second goal is to test how effective the synergy of the police and military in counter-terrorism. Operation Tinombala is as a case study which law enforcement operation against terrorism in Poso in 2016. This research uses qualitative methods and primary data collected from interviews to Tinombala’s members, secondary data is collected from books and open source news. The results showed that in a democratic country prioritizing a law enforcement approach in counter-terrorism and the military helps to law enforcement forces. Military assistance is carried out by training or assisting special military units to law enforcement authorities. While in the case study of Operation Tinombala in Poso in 2016, it can be concluded that police and military synergy proved effective in counter terrorism efforts. The synergy of the police and military in counter terrorism can be used as a reference in the use of a combination of legal approach and war approach in counter-terrorism efforts in Indonesia

References

Daftar Pustaka

Buku :

Audrey Kurth dkk, (2004), Attacking Terrorism: Element of a grand Strategy, Georgetown University, Washington DC.

John W Creswell, (2016) Pendekatan Metode Kualitatif Kuantitatifdan Campuran, Pustaka Pelajar, 2016

Manahan P. Tampubolon. (2005). Perilaku Keorganisasian Perspektif Organisasi Bisnis, Bogor, Ghalia Indonesia.

Mbai Ansyad, (2014), Dinamika Baru Jejaring Teror di Indonesia dan Keterkaitannya dengan dengan Gerakan Radikalisme, Jakarta, AS Production

Sayidiman Suryohadiprojo. (2010). Sivis Pacem Parabellum: Membangun Pertahanan Negara yang Modern dan Efektif. Pustaka Intermasa. Jakarta.

Stephen M. Walt, (2005). Setelah Bin Ladin: Menata ulang kebijakan Luar negeri AS. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.

Steers, R. M. (1985). Efektifitas Organisasi. Jakarta: Erlangga.

Suhardono, Edy. (1994). Teori Peran Konsep, Derivasi dan Implikasinya. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

S.B. Hari Lubis. (2015). Organisasi, Universitas Terbuka, Tangerang Banten.

.….., (2018) Global terrorisme Indek: Measuring the impact of Terrorism, Institute Economic & Peace, US Departement Homeland Security.

Peraturan Perundangan-undangan:

Tap MPR Nomor VII/MPR/2000 tentang Peran TENTARA NASIONAL INDONESIA dan Peran Kepolisian Negara RI

Undang-undang nomor 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara

Undang-undang nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara

Undang-undang nomor 34 tahun 2004 tentang Tentara nasional Indonesia

Undang-undang nomor 5 tahun 2018 Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme

Tesis :

Magnus Georgsen, (2007), Democracy under Attack?, British Counter-Terrorism Measures and Liberal Democratic Values 2001-2006,. Department of Political Science University Of Oslo, Spring

Bahasa Abstract

Penanggulangan terorisme adalah tanggung jawab bersama dalam doktrin Sishankamrata. Polisi dan Militer adalah atat negara yang merupakan unsur utama dalam Sishankamrata. Tujuan pertama penelitian ini adalah menganalisa bagaimana pengalaman negara-negara demokrasi menanggulangi terorisme, tujuan kedua adalah, menguji bagaimana efektifitas sinergitas kepolisian dan militer dalam penaggulangan terorisme. Sebagai studi kasus adalah operasi Tinombala yang merupakan penegakan hukum terhadap pelaku terorisme di Poso yang dilaksanakan pada tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan data primer dikumpulkan dari wawancara kepada pelaksana operasi Tinombala, data sekunder dikumpulkan dari buku-buku dan sumber berita terbuka (open source). Hasil penelitian menunjukkan bahwa di negara demokrasi mengedepankan pendekatan penegakan hukum dalam kontra terorisme dan militer membantu kekuatan penegakan hukum. Bantuan militer dilaksanakan dengan cara melatih atau memperbantukan unit militer khusus kepada otoritas penegakkan hukum. Sedangkan dalam studi kasus operasi Tinombala di Poso pada tahun 2016, dapat disimpulkan bahwa sinergitas polisi dan militer terbukti efektif dalam usaha penanggulangan terorisme. Sinergitas Polisi dan militer dalam penaggulangan terorisme dapat dijadikan rujukan dalam penggunaan kombinasi antara pendekatan hukum dan pendekatan perang dalam usaha penanggulangan terorisme di Indonesia. Kata Kunci : Polisi, militer, sinergitas, terorisme.

Share

COinS