•  
  •  
 
Jurnal Kebijakan Ekonomi

Abstract

Walking is a main mode transportation for many of the world’s people, and connecting one mode transportation to other transportation. Pedestrian ways in Jakarta is not comfortable for pedestrian. Its mean, the sidewalk is not walkable, inadequate and pedestrian facilities are often dilapidated. Pedestrian facilities measured by walkability index. The aim of this research is to analyze demand walking based on demographic, sosio-economic, and walkability factors. Data collection techniques use observation, questionnaire survey, and short interview to pedestrian. This study use qualitative method with cross tabulation and quantitative method with logistic regression. Pedestrian facilities in Jalan Jenderal Sudirman has walkability index of 67,3 and Jalan Salemba Raya-Kramat Raya has an index walkability of 54,75. That’s mean those way in a sufficient condition. The result found that walkability factor is not related with demand for walking, and there is a good correlation of sosio-ecomomic and demographic factor. This indicate that the local governments in DKI Jakarta have to increasing the demand for walking, based on sosio-economic and demographic factors, not just focus on increasing the quality of pedestrian ways (walkability), even the sidewalk in a good condition, people in Jakarta is not necessarily willing to walk

Bahasa Abstract

Berjalan merupakan moda transportasi utama untuk sebagian besar manusia di seluruh dunia dan merupakan penghubung dari moda transportasi satu ke moda transportasi lainnya. Jalur pedestrian di Jakarta belum mampu memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki,artinya, dapat dikatakan bahwa trotoar di Jakarta belum walkable dan belum dipenuhi dengan fasilitas yang memadai. Fasilitas Pejalan kaki diukur menggunakan walkability (Kelayakan Berjalan). Walkability termasuk dalam aksesibilitas yang mempunyai dampak ekonomi yang baik, yakni penghematan biaya transportasi, efisiensi penggunaan lahan, meningkatkan harga properti (hunian),penghematan biaya kesehatan, dan pembangunan ekonomi. Pengadaan area pedestrian tidak seimbang dibandingkan dengan pengadaan infrastruktur publik lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji minat berjalan seseorang dilihat dari faktor demografi sosial ekonomi dan kelayakan berjalan. Faktor tersebut diduga memengaruhi persepsi minat dan preferensi berjalan kaki. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan observasi, survey kuesioner, dan kepada pejalan kaki serta menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan analisis regresi logistik Penelitian dilakukan di dua jalan yakni jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Salemba Raya. Berdasarkan pengujian, faktor demografi sosial ekonomi memengaruhi minat berjalan kaki, dan kelayakan berjalan memengaruhi minat berjalan. Dukungan secara keseluruhan fasilitas pejalan kaki pada kawasan tersebut memiliki index walkability sebesar 67,3 di jalan Jenderal Sudirman dan 54,75 di jalan salemba kramat raya. yang menandakan kualitas yang sedang. Sehingga diperlukan perbaikan fasilitas pejalan kaki sesuai dengan tingkat prioritas guna meningkatkan daya tarik sesuai preferensi pejalan kaki, agar nantinya dapat menciptakan area pejalan kaki yang ramah kepada masyarakat.

References

Almec Corporation oriental consultan. 2012. Project for the Study on jabodetabek public transportation policy implementation strategi in the republic indonesia. Ministry of Transportation

Arif Rahman Hakim. Analisis Keselamatan Dan Kenyamanan Pemanfaatan Trotoar Berdasarkan Persepsi Dan Preferensi Pejalan Kaki Di Penggal Jalan M.T. Haryono Kota Semarang. Skripsi. Universitas Diponegoro. 2005. Hal. 2

Artawan, Ari et al. 2013. Analisis Karakteristik pejalan kaki dan tingkat pelayanan fasilitas pejalan kaki. Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil.

ASSHTO. 2001. A Policy On Geometric Design Of Highways And Street. American Association Og State Highway And Transportation. nacto.org/docs/usdg/geometric_design_highways_and_streets_aashto.pdf.

BPS. 2014. Statistik Daerah Provinsi DKI Jakarta 2014. Jakarta: BPS Provinsi DKI Jakarta

Cambra, Paulo Jorge Monteiro de. 2012.Pedestrian Accessibility and Atracctiveness Indicators for walkability asessment. Tecnico lisboa.

Chimba, Deo,.et al. 2014. Patterning Demographic and Socioeconomic Characteristic Affecting Pedestrian and bicycle Crash Frequency. Tennese State University.

Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga. Direktorat Jenderal Teknik. www.pu.go.id/uploads/services/infopublik20121010171505.pdf

Duma, Elyfirma.2015. Evaluasi kawasan Dago- Dipati Ukur Sebagai Lingkungan ramah Lanjut Usia. Bandung : Institut Teknologi Bandung

Dwijayanthi, Dini. 2010. Analisa Kebutuhan Pejalan kaki di Plaza Ramayana Pekanbaru. Pekanbaru: Universitas Islam Riau

Edwards, Ryan D. 2008. Public Transit, obesity, and medical cost: Assesing the magnitudes. health-equity.pitt.edu/910/1/06pm.pdf

Federal highway Administration. 2007. Pedestrian Road Safety Audit Guidelines and Prompt lists. US Departement transportation

Filip et al. 2015. Measuring Walkability for distinc pedestrian groups with a participatory assesment method: a case study in Lisbon. Science Direct: www.elsevier.com/locate/landurbplan

Fitzpatrick, Kevin dan LaGory, Mark. 2002. Unhealthy Place (The ecology of risk in the urban landscape. London

Frank, et al. 2004. The development of a walkability index: aplication to the neighborhoodquality of the study. University of British Columbia, Canada

Hadi, Rian Farhan A. 2015. Walkability dan Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Mahasiswa untuk Berjalan Kaki Pada Pusat Pendidikan Tinggi Jawa Barat Di Jatinangor. Bandung: Institut Teknologi Bandung.

Hakim, Arif Rahman. 2005. Analisis Keselamatan Dan Kenyamanan Pemanfaatan Trotoar Berdasarkan Persepsi Dan Preferensi Pejalan Kaki di Penggal Jalan MT. Haryono Kota Semarang. Semarang: Universitas Diponegoro

Hermawati, Istiana. 2015. Kajian Tentang Kota Ramah Lanjut Usia. Yogyakarta: UNY

Hilda,Y & Hamer, M. 2008. Active commuting and cardiovascullarr risk: a meta-analytic review. http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0091743507000989

Iswanto, Danoe. 2006. Pengaruh Elemen-elemen pelengkap jalur pedestrian terhadap kenyamanan pejalan kaki. Jurnal Ilmiah Perancangan Kota dan Permukiman: ENCLOSURE

Krambeck, Helly.2006 The Global Walkability Index. Dept. of Civil and Environmental Engineering & Dept. Urban Studies and Planning. Cambridge, Massachusetts, USA.

Langlois, Jean A. 1997. Characteristics of older pedestrian who have difficultiy Crossing the Street. American Journal of Public Health.

Leather, james. Et al. 2011. Walkability and pedestrian facilities in asian cities. ADB Sustainable development working paper series.

Lo, Ria Sulinda Hutabarat. 2009. Walkability, what is it?US: University of California http://www.tandfonline.com/loi/rjou20

Lo, Ria Sulinda Hutabarat. 2011. Walkability Planning in Jakarta. University of Berkeley

Moura, Filip et al. 2015. Measuring Walkability for distinc pedestrian groups with a participatory assesment method: a case study in Lisbon. Science Direct: www.elsevier.com/locate/landurbplan

Natalivan, Petrus. 2003. Prinsip Perancangan Sebagai Dasar Penanganan Konflik Pada Koridor Jalan Komersial. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 14, No.3. Bandung.

Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ)

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2004, Tentang Pelaksanaan Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia

Pouyanne, Guillaume. 2010. Urban Form And daily mobility: methological aspect and empirical study in the case of bordeaux. Université Montesquieu-Bordeaux IV https://www.openstarts.units.it/.../1/44NSKAD_Pouyanne.pdf

Putra, Muhajrin Syah. Et al. 2012. Analisis karakteristik da aktivitas pedestrian (studi kasus). Medan: Universitas Sumatera Utara

Putri, Pinkan Amelinda K & Zulkaidi, Denny. 2013. Faktor yang mempengaruhi permintaan terhadap penyediaan jalur pejalan kaki pada suatu kawasan. Bandung: ITB

Seneviratne. 1985. Acceptable walking distance in Central Areas. ascelibrary.org by New York University

Strohmeier, Flora. 2016. Barriers And Their Influence On The Mobility Behavior Of Elder Pedestrian In Urban Areas: Challenges And Best Practices Walkability In The City Of Vienna. Austria: www.sciencedirect.com

Suriastini, Wayan et al. 2013. Satu Langkah Menuju Impian Lanjut Usia, Kota Ramah Lanjut Usia 2030, Kota Jakarta Pusat. Jakarta : SurveyMETER

Suriastini, Wayan et al. 2013. Satu Langkah Menuju Impian Lanjut Usia, Kota Ramah Lanjut Usia 2030, Kota Jakarta Pusat. Jakarta : SurveyMETER.

Suryani, Irma. 2009. Pemanfaatan Ruang Luar Bagi Lansia Dalam Skala Perkotaan. Depok: Universitas Indonesia

Suryani, Irma. 2009. Pemanfaatan Ruang Luar bagi lansia dalam skala perkotaan. Depok: Universitas Indonesia

Tamin, Ofyar Z. 2008. Perencanaan, Pemodelan, dan Rekayasa Transportasi. Bandung: ITB

Undang-Undang Republik Indonesia nomor 13 Tahun 1988 tentang kesejahteraan lanjut usia

Uterman, Richard K. 1984. Acommodating The Pedestrian: Adapting Towns and Neighbohoods for Walking and Bicycling. New York.

Wardhani, M A Chandra Kusuma. 2010. Studi karakteristik pejalan kaki menggunakan 3 pendekatan. Surakarta: Universitas Sebelas Maret

WHO. 2007. Global Age-Friendly Cities: A Guide. Switzerland: World Health Organization.

WHO. 2013. Road Safety Status in the WHO South-East Asian Region. World Health Organization

Share

COinS