"The Strategy of Taman Mini Indonesia Indah as an Educational Cultural Tourism Destination for Generation Z Students" by Yoga Akbar Bramantya
  •  
  •  
 

Journal of Indonesian Tourism and Policy Studies

Abstract

The Merdeka Belajar Program is a new policy of the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia that provides students with the freedom to learn, pays attention to their natural talents, and gives teachers and students the freedom to innovate. This program is designed based on the needs and desires of students, and utilizes educational tourism objects as a means of learning. Taman Mini Indonesia Indah (TMII) is one of the educational tourism destinations that is suitable for learning about Indonesian culture and diversity through detailed miniatures. TMII displays miniature traditional houses from various provinces with the cultural characteristics of each province. TMII also provides various other facilities such as theaters, museums, and amusement parks. Through strategies involving technology and social media, TMII strives to be an interesting and modern place of learning for generation Z, with the aim of enriching their knowledge of Indonesia's cultural diversity and increasing public awareness of educational cultural heritage that is ideal to be part of the Merdeka Belajar program.

Bahasa Abstract

Program Merdeka Belajar adalah kebijakan baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang memberikan kemerdekaan belajar kepada siswa, memperhatikan bakat alami mereka, dan memberikan kebebasan kepada guru dan siswa untuk berinovasi. Program ini dirancang berdasarkan kebutuhan dan keinginan siswa, dan memanfaatkan objek wisata edukasi sebagai sarana pembelajaran. Taman Mini Indonesia Indah (TMII) adalah salah satu destinasi wisata edukasi yang cocok untuk mempelajari kebudayaan dan keanekaragaman Indonesia melalui miniatur yang detail. TMII menampilkan rumah adat miniatur dari berbagai provinsi dengan ciri khas budaya setiap provinsi. TMII juga menyediakan berbagai fasilitas lain seperti teater, museum, dan taman hiburan. Melalui strategi yang melibatkan teknologi dan media sosial, TMII berusaha menjadi tempat pembelajaran yang menarik dan modern bagi generasi Z, dengan tujuan memperkaya pengetahuan mereka tentang keanekaragaman budaya Indonesia dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang warisan budaya edukasi yang sangat ideal untuk dijadikan bagian dari program Merdeka Belajar.

References

Adam Faikar (2016). Analisis Persepsi Wisatawan Mengenai Penurunan Kualitas Daya Tarik Wisata Terhadap Minat Berjunjung. Jurnal Pariwisata.

Arsyad, M. (2019). Pemasaran Strategik dan Operasional. Jurnal Manajemen Pemasaran, Vol 1(1)

Databoks (2021). Mayoritas Anak Indonesia Mengakses Internet untuk Bermedia Sosial. https://databoks.katadata.co.id/

Fajar Ibnu (2021) Pengaruh Penyelenggaraan Event Kebudayaan Terhadap Keputusan Berkunjung ke Kota Palembang. Jurnal Terapan Ilmu Ekonomi, Manajemen dan Bismis. Vol 1(5).

Hattarina, S.,Saila Nurul (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka di Lembaga Pendidikan. Vol 1, Hal 181 – 192.

Nova, Elza (2021). Persepsi Guru dan Dosen Tentang Homestay Dalam Melakukan Kegiatan Wisata Edukasi Sekolah. Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Bidang Pariwisata Vol 1,(1), Hal 8-13.

Pitania, I.G., & Diarta, I. K. S. (2009). Pengantar Ilmu Pariwisata (Edisi 1).

Suparto, M. (2016). Kebudayaan: Konsep dan Implikasinya dalam Pembangunan Sosial. Jurnal Sosiohumaniora, Vo l18(2), Hal 163-170.

Tahir Rusdi (2020). Indentifikasi Potensi Kampung Budaya Betawi Setu Bakakan Sebagai Destinasi Wisata Pendidikan yang Bekelanjutan. Vol 11(2)

Website Direktorat Sekolah Menengah Atas https://sma.kemdikbud.go.id/

Website Taman Mini Indonesia Indah https://www.tamanmini.com/pesona_indonesia/

Share

COinS