•  
  •  
 

Jurnal Geografi Lingkungan Tropik (Journal of Geography of Tropical Environments)

Abstract

Wilayah intensitas tinggi sebaran hotspots di Provinsi Riau tahun 2005 - 2014

Bahasa Abstract

Tulisan ini berupaya mengelaborasi data spasial faktor-faktor pemicu kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau. Faktor-faktor tersebut diterjemahkan menjadi tiga variabel bebas yakni curah hujan, lahan gambut, dan penggunaan lahan. Curah hujan dan lahan gambut merupakan faktor pemicu alami sedangkan penggunaan lahan merepresentasikan faktor pemicu akibat aktivitas manusia. Kemudian, pada tulisan ini yang menjadi variabel terikat adalah hotspots (titik panas). Hotspots yang dihasilkan oleh sensor satelit NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) akibat kenaikan suhu di atas 315° K atau 42°C pada luasan 1 km2 ini mengindikasikan adanya kebakaran hutan dan lahan. Selain bertujuan untuk mengetahui wilayah sebaran hotspots dengan intensitas yang tinggi selama 10 tahun (2005-2014), tulisan ini juga bertujuan melihat hubungan pola sebaran hotspots dengan ketiga faktor tersebut dalam konteks spasial dan temporal. Hasilnya, pola spasial kepadatan hotspots terkonsentrasi di Kota Dumai, Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis dan Pelalawan. Analisis temporal menunjukkan jumlah hotspots terbanyak pada periode 2005-2014 terjadi pada bulan Juni hingga Agustus dengan karakteristik wilayah curah hujan bulanan rendah yaitu 50 - 150 mm/bulan, lahan gambut dengan kedalaman lebih dari 4 meter (sangat dalam) dan jenis penggunaan lahan perkebunan, hutan lahan basah sekunder dan semak belukar

Included in

Geography Commons

Share

COinS