Abstract
Kesehatan jiwa merupakan pilar utama pembangunan sumber daya manusia yang kini menjadi tantangan struktural di Indonesia. Masalah ini dipengaruhi secara signifikan oleh determinan sosio-demografi seperti tingkat pendidikan, status ekonomi dan lingkungan. Penelitian ini diinisiasi oleh urgensi untuk memetakan distribusi beban masalah kesehatan jiwa secara nasional sekaligus menginvestigasi ketidakonsistenan prevalensi antara data Riskesdas 2018 dan SKI 2023. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan menganalisis prevalensi masalah kesehatan jiwa pada penduduk Indonesia berusia ≥15 tahun, menggunakan data SKI 2023. Kondisi kesehatan jiwa dinilai menggunakan instrumen SRQ-20 untuk mengidentifikasi probabilitas masalah kesehatan jiwa. Hasil utama menunjukkan prevalensi masalah kesehatan jiwa Indonesia tahun 2023 sebesar 2,0% (95% CI=2,0–2,1), mengindikasikan terjadi penurunan drastis dibandingkan prevalensi Gangguan Mental Emosional pada Riskesdas 2018 sebesar 9,8% (95% CI=9,7-10,0). Analisis geospasial menggunakan metode Natural Breaks Jenks mengidentifikasi 6 provinsi sebagai "titik panas" dengan prevalensi tinggi (>2,5%), di antaranya Provinsi Jawa Barat (4,4%; 95% CI=4,0-4,8) dan Papua Pegunungan (3,0%; 95% CI=2,0-4,6). Determinasi sosio-demografis mengonfirmasi kerentanan yang lebih tinggi pada kelompok perempuan, usia muda (15-24 tahun) dan lansia (≥75 tahun), tidak bekerja, pendidikan rendah dan status ekonomi rendah, serta tinggal di perkotaan. Implikasi kebijakan dari temuan ini menekankan perlunya penguatan sistem kesehatan jiwa di tingkat primer (puskesmas) serta penyesuaian strategi intervensi yang tepat sasaran secara geografis.
References
-
1. Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat. Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat [Internet]. 2023 [cited 2025 Aug 20]. Mengenal Gangguan Mental. Available from: https://rsjprov.kalbarprov.go.id/artikel/mengenal-gangguan-mental/
2. Silvaa M, Loureirob A, Cardoso G. Social determinants of mental health: a review of the evidence. Eur J Psychiatry. 2016;30(4):259–92.
3. Arias D, Saxena S, Verguet S. Quantifying the global burden of mental disorders and their economic value. EClinicalMedicine. 2022;54:101675. doi:10.1016/j.eclinm.2022.101675
4. Ehiozee CE. Integrating Mental Health into Sustainable Development: Insights from the United Kingdom’s Policies and Practices for Advancing SDG 3. Int Multidiscip Res J. 2025;1:11–23. doi:10.47722/imrj.2001.36
5. Redaksi. Rumah Sakit Jiwa Aceh [Internet]. 2024 [cited 2025 Aug 26]. Indonesia Darurat Kesehatan Jiwa, 1 dari 10 Orang Idap Gangguan Mental. Available from: https://rsj.acehprov.go.id/berita/kategori/artikel/indonesia-darurat-kesehatan-jiwa-1-dari-10-orang-idap-gangguan-mental
6. Widyawati. Kementerian Kesehatan RI [Internet]. 2021 [cited 2025 Aug 26]. Kemenkes Beberkan Masalah Permasalahan Kesehatan Jiwa di Indonesia. Available from: https://kemkes.go.id/id/kemenkes-beberkan-masalah-permasalahan-kesehatan-jiwa-di-indonesia
7. Kementerian Kesehatan RI. Laporan Nasional Riskesdas 2018. Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta; 2018. PubMed PMID: 25246403.
8. Junior CIEA. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Gangguan Mental Emosional Pada Remaja Usia 15-24 Tahun Di Jawa Barat (Analisis Data RISKESDAS 2018) [Skripsi]. [Depok]: Universitas Indonesia; 2020.
9. Wilaksono B, Damry NM, Aminuddin NM, Alfiandari D. Mental Health and Depression in Indonesia: Risk Factors and Service Utilization for Healthy Aging Using SKI 2023 Data. COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. 2025;4(10):3430–6.
10. Prasetio CE, Triwahyuni A, Prathama AG. Psychometric Properties of Self-Report Questionnaire-20 (SRQ-20) Indonesian Version. Jurnal Psikologi. 2022;49(1):69–86. doi:10.22146/jpsi.69782
11. Yashilva W. GoodStats [Internet]. 2024 [cited 2025 Jul 9]. Lebih dari 150 Ribu ART di Jawa Barat Alami Gangguan Jiwa. Available from: https://data.goodstats.id/statistic/lebih-dari-150-ribu-art-di-jawa-barat-alami-gangguan-jiwa-RSv0v
12. Al-farij MF, Ramadani AF, Akrom. Kepadatan Penduduk dan Kualitas Hidup: Studi Kasus di Kawasan Padat Kota Serang Banten. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora. 2025;4(2):303–21. doi:10.55606/jurrish.v4i2.4858
13. Yusrani KG, Aini N, Maghfiroh SA, Istanti ND. Tinjauan Kebijakan Kesehatan Mental di Indonesia: Menuju Pencapaian Sustainable Development Goals dan Universal Health Coverage. Jurnal Medika Nusantara. 2023;1(2):89–107. doi:10.59680/medika.v1i2.281
14. Lafuku J. Media Sulsel [Internet]. 2024 [cited 2025 Aug 20]. Sulawesi Selatan Darurat Kesehatan Mental Baca selengkapnya di Mediasulsel.com: https://www.mediasulsel.com/sulawesi-selatan-darurat-kesehatan-mental/ © Mediasulsel.com. Available from: https://www.mediasulsel.com/sulawesi-selatan-darurat-kesehatan-mental/
15. Nurlaila C, Aini Q, Setyawati S, Laksana A. Dinamika Perilaku Gen Z Sebagai Generasi Internet. Konsensus : Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi. 2024;1(6):95–102. doi:10.62383/konsensus.v1i6.464
16. Yanuarti S. Kemiskinan dan Konflik Papua di Tengah Sumber Daya yang Melimpah. Jurnal Penelitian Politik. 2012;9(1):33–46.
17. Humas BKPK. Kementerian Kesehatan RI [Internet]. 2024 [cited 2025 Aug 20]. Potret Sehat Indonesia dari Kacamata SKI 2023. Available from: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/potret-sehat-indonesia-dari-kacamata-ski-2023/
18. Darmila M. Radio Republik Indonesia [Internet]. 2024 [cited 2025 Aug 22]. Kaltim Catat Prevalensi Depresi Tertinggi Kedua Di Indonesia. Available from: https://rri.co.id/samarinda/kesehatan/1056102/kaltim-catat-prevalensi-depresi-tertinggi-kedua-di-indonesia
19. Roslan NFEB, Salibi G, Tzenios N. Comparative Analysis of Mental Health Challenges in Malaysian Youth and Older Adults. Special journal of the Medical Academy and other Life Sciences. 2025;3(3):114. doi:10.58676/sjmas.v3i3.114
20. Kementerian Kesehatan RI. Hasil Utama Riskesdas 2018. Kementrian Kesehatan RI. Jakarta; 2018. PubMed PMID: 25246403.
21. Seedat S, Scott KM, Angermeyer MC, Berglund P, Bromet EJ, Brugha TS, et al. Cross-National Associations Between Gender and Mental Disorders in the World Health Organization World Mental Health Surveys. Arch Gen Psychiatry. 2009;66(7):785–95. doi:10.1001/archgenpsychiatry.2009.36
22. Krabbendam L, van Vugt M, Conus P, Söderström O, Abrahamyan Empson L, van Os J, et al. Understanding urbanicity: how interdisciplinary methods help to unravel the effects of the city on mental health. Psychol Med. 2021;51(7):1099–110. doi:10.1017/S0033291720000355
23. Polanczyk G V., Salum GA, Sugaya LS, Caye A, Rohde LA. Annual Research Review: A meta‐analysis of the worldwide prevalence of mental disorders in children and adolescents. Journal of Child Psychology and Psychiatry. 2015;56(3):345–65. doi:10.1111/jcpp.12381
24. Chen J, Zhang SX, Yin A, Yáñez JA. Mental health symptoms during the COVID-19 pandemic in developing countries: A systematic review and meta-analysis. J Glob Health. 2022;12:05011. doi:10.7189/jogh.12.05011
25. Tarmizi SN. Kementerian Kesehatan RI [Internet]. 2022 [cited 2025 Aug 22]. Kemenkes Perkuat Jaringan Layanan Kesehatan Jiwa di Seluruh Fasyankes. Available from: https://kemkes.go.id/id/kemenkes-kembangkan-jejaring-pelayanan-kesehatan-jiwa-di-seluruh-fasyankes
26. Breslau J, McBain R, Wong EC, Roth E, Burnam MA, Cefalu MS, et al. A randomised test of the effect of medical v . lay idiom on assessment of perceived mental health condition in the USA. Epidemiol Psychiatr Sci. 2020;29:e172. doi:10.1017/S2045796020000840
Recommended Citation
Zhafirah, Alya Zahrah and Hastono, Sutanto Priyo Priyo
(2026)
"Analisis Disparitas Geospasial dan Determinan Sosio-Demografis Masalah Kesehatan Jiwa di Indonesia: Analisis Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023,"
Jurnal Biostatistik, Kependudukan, dan Informatika Kesehatan: Vol. 6:
No.
2, Article 1.
DOI: 10.7454/bikfokes.v6i2.1135
Available at:
https://scholarhub.ui.ac.id/bikfokes/vol6/iss2/1