Bhakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Abstract
The development of cultural tourism greatly depends on the appreciation and involvement of the community in preserving and maintaining their cultural assets. However, over time, public awareness and concern for cultural heritage have gradually declined. One site that holds high historical and cultural value is Candi Penataran, a relic from the Majapahit era that has been recognized as an important cultural and historical tourism destination in Indonesia. Candi Penataran possesses significant tourism potential. In addition to its historical value as a cultural heritage, its strategic location along the same route as the tomb of Indonesia’s Proclaimer, Ir. Soekarno, provides a major opportunity to attract visitors. The site is also easily accessible, as it is reachable by public transportation and located near a main road. Situated at the foot of Mount Kelud, the area enjoys a cool climate and offers beautiful rural scenery, surrounded by agricultural lands that dominate the landscape. Recognizing this potential, this community service program aims to strengthen the tourism appeal of Candi Penataran through information digitalization and community empowerment. The digitalization of information will make it easier for visitors to access the history and cultural significance of Candi Penataran. Meanwhile, training local residents to create promotional content is expected to enhance their capacity to independently and sustainably promote their tourism site.
References
McKercher, B., & Du Cros, H. (2002). Cultural tourism: The partnership between tourism and cultural heritage management. Routledge.
Prasodjo, T. (2017). Pengembangan pariwisata budaya dalam perspektif pelayanan publik. Jurnal Office, 3(1), 7-12.
Santiko, H. (2012). Candi Panataran: candi kerajaan masa Majapahit. Kalpataru, 21(1), 20-29.
Wahyudi, S. (2005). Penataan Kompleks Candi Panataran. Dalam Kalpataru: Majalah Arkeologi, No. 16(1), hlm. 36
Bahasa Abstract
Perkembangan pariwisata budaya sangat bergantung pada apresiasi dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga serta merawat aset budaya yang dimiliki. Namun, seiring waktu, kesadaran dan perhatian terhadap warisan budaya kian menurun. Salah satu situs yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi adalah Candi Penataran, sebuah peninggalan era Majapahit yang telah diakui sebagai destinasi wisata budaya dan sejarah penting di Indonesia. Candi Penataran menyimpan beragam potensi wisata yang signifikan. Selain nilai historisnya sebagai warisan budaya, lokasinya yang strategis satu jalur dengan Makam Proklamator Ir. Soekarno membuka peluang besar untuk menjaring wisatawan. Akses menuju situs ini juga tergolong mudah, karena dilalui angkutan umum dan dekat dengan jalan utama. Letaknya di kaki Gunung Kelud membuat kawasan ini beriklim sejuk dan menawarkan panorama pedesaan yang asri, dikelilingi oleh lahan pertanian yang mendominasi lanskapnya. Menyadari potensi tersebut, program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan daya tarik wisata Candi Penataran melalui digitalisasi informasi dan pemberdayaan masyarakat sekitar. Upaya digitalisasi informasi akan memudahkan pengunjung dalam mengakses sejarah dan nilai budaya Candi Penataran. Sementara itu, pelatihan pembuatan konten promosi bagi warga setempat diharapkan dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mempromosikan tempat wisata mereka secara mandiri dan berkelanjutan.
Recommended Citation
Holil, Munawar
(2025)
"MEDIA EDUKASI DIGITAL UNTUK PROMOSI CANDI PENATARAN SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN PARIWISATA BUDAYA,"
Bhakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat: Vol. 2:
No.
2, Article 1.
DOI: 10.7454/bhakti.v2i2.1027
Available at:
https://scholarhub.ui.ac.id/bhakti/vol2/iss2/1
