•  
  •  
 

Abstract

Tulisan ini membahas tentang perancangan ruang bekerja dengan tipologi creative hub berbasis karakter generasi masa depan. Perubahan ruang bekerja dipengaruhi oleh tren demografis yang merubah masyarakat secara umum dan kemajuan teknologi yang memudahkan komunikasi. Pada tahun 2020–2030, diperkirakan usia produktif yang siap untuk bekerja akan didominasi oleh generasi milenial. Isu permasalahan muncul saat ruang bekerja konvensional saat ini tidak lagi sesuai dengan karakter generasi tersebut. Melalui eksplorasi tipologi berbagai desain ruang bekerja di Jakarta, Bogor, dan Bandung, tulisan ini bertujuan untuk memperlihatkan bagaimana perancangan sebuah ruang bekerja di masa mendatang mampu mendukung karakter pekerja dalam berbagai aspek, yakni aspek collectivecommunityconnectedcostumization, dan confidence. Penelusuran terhadap aspek-aspek tersebut memengaruhi prinsip bekerja, gaya bekerja, preferensi tata ruang, serta minat industri dalam bekerja yang kemudian menjadi kriteria untuk mengembangkan creative hub sebagai pusat kegiatan kreatif. Tulisan ini mengulas perancangan creative hub yang menyenangkan dan ceria sebagai ruang ideal bagi pekerja di masa mendatang sebagai kontribusi terhadap perancangan ruang bekerja di masa depan.

This article discusses the development of the workspace design of a creative hub based on the characters of the future generation. Workspace changes are influenced by demographic trends and technology that alter society as a whole. In 2020–2030, it is expected that the productive working generation will be dominated by the millennial. However, the current conventional workspace is not suited to the character of such a generation. Through typological exploration of various creative workspaces in Jakarta, Bogor, and Bandung, this article aims to demonstrate how future workspaces accommodate various aspects of working, from collective, community, connected, customization, and confidence. Investigations towards such aspects shape the working principles, working lifestyle, and space organisation preferences that influence the development criteria of a creative hub as a centre of creative working activities. This article discusses a playful creative hub design as an ideal working space for future generations, as a contribution towards future workspace design.

First Page

62

Last Page

77

References

Badan Ekonomi Kreatif Indonesia. (2020). Jumlah usaha/perusahaan ekonomi kreatif menurut subsektor ekraf.

Bandung Creative Hub. (2019, January 21). Denah ruang & fasilitas UPT BCH @ Bandung Creative Hub [Image attached]Facebook. https://www.facebook.com/1249905778512067/posts/denah-ruangan-fasilitas-upt-bch-bandung-creative-hub/1250040551831923/?locale=id_ID

British Council. (n.d.). Creative hubkithttps://creativeconomy.britishcouncil.org/media/uploads/files/Creative_HubKit.pdf

Chesbrough, H. (2010). Business model innovation: Opportunities and barriers. Long Range Planning43(2–3), 354–363. https://doi.org/10.1016/j.lrp.2009.07.010

Ching, F. D. K. (2007). Architecture form, space, and order (3rd ed.)John Wiley & Sons.

Dewi, P. R. S. (2016). Ketertarikan publik terhadap keberadaan creative spaceTemu Ilmiah IPLBI.

Dwitomo, D. (2021). Bogor Creative Hub / Local Architecture Bureau [Photograph]. ArchDaily. https://www.archdaily.com/963703/bogor-creative-hub-local-architecture-bureau

Ekonomi Kreatif, Undang-Undang Republik Indonesia No. 24 Tahun 2019. (2019). https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/123686/uu-no-24-tahun-2019

Ferreira, J., Ferreira, C., & Bos, E. (2021). Spaces of consumption, connection, and community: Exploring the role of the coffee shop in urban lives. Geoforum119, 21–29. https://doi.org/10.1016/j.geoforum.2020.12.024

Gillen, N. (2019). Future office-next-generation workplace design. RIBA Publishing.

Glavas, A., Jules, C., & Van Oosten, E. (2006). Use of self in creating a culture of collaboration. In S. Schuman (Ed.), Creating a culture of collaboration: The international association of facilitators handbook (pp. 322-342). Jossey-Bass.

Howkins, J. (2001). The creative economy: How people make money from ideas (1st ed.). The Penguin Press.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2008). Manajemen pemasaran (13th ed.). Indeks. 

Kurniawan, G. (2017). Pembangunan gedung Bandung Creative Hub [Photograph]. TribunNews. https://www.tribunnews.com/images/regional/view/1690017/pembangunan-gedung-bandung-creative-hub-bch

Liu, H. (2012). Distributed workplace for Facebook. Inc: A new office typology for the 21st century workstyle [Doctoral Dissertation, Syracuse University]Syracuse University Libraries. https://surface.syr.edu/architecture_tpreps/196

Local Architecture Bureau. (2021). Bogor Creative Hub / Local Architecture Bureau [Photograph]. ArchDaily. https://www.archdaily.com/963703/bogor-creative-hub-local-architecture-bureau

Mantise, R. (2017, May 20). Jakarta Creative Hubhttps://xxrubby.blogspot.com/2017/05/jakarta-creative-hub.html

Parengkuan, E., & Tumewu, B. (2020). Generation gap(less): Seni menjalin relasi antargenerasi. Gramedia Pustaka Utama.

Pawitro, U. (2012). Perkembangan 'arsitektur ikonik' di berbagai belahan dunia. Majalah Ilmiah TRI-DHARMA Kopertis Wilayah IV Jabar & Banten1.

Sebastian, Y., Amran, D., & Lab, Y. (2016). Generasi langgas: Millennials Indonesia. GagasMedia.

Sedarmayanti. (2009). Sumber daya manusia dan produktivitas kerja. Mandar Maju.

Suryani, C. D., & Kristiyani, D. N. (2021). Gaya hidup baru kaum muda gemar mengunjungi coffee shop (Studi fenomenologi pada anak muda pengunjung coffee shop di Kota Salatiga). PRecious: Public Relations Journal1(2), 177–201. https://ejournal.uksw.edu/precious/article/view/4769

Tan, S., & Suherman, M. (2020). Milenial & turn over. KPG (Kepustakaan Populer Gramedia).

Thoring, K. C. (2019). Designing creative space: A systemic view on workspace design and its impact on the creative process [Doctoral Dissertation, Delft University of Technology]. TU Delft Library. https://doi.org/10.4233/uuid:77070b57-9493-4aa6-a9a5-7fed52e45973

Yuswohady, Y., Fatahillah, F., Tryaditia, B., & Rachmaniar, A. (2019). Millennials kill everything. Gramedia Pustaka Utama.

Author Biography

Elysa Yuanita Simahendali
Elysa Yuanita Simahendali adalah mahasiswi tingkat akhir angkatan tahun 2018 dari Program Studi Arsitektur Universitas Pradita. Selain sebagai mahasiswi, Elysa juga aktif sebagai freelancer dengan peminatan hunian, bangunan komersil, dan desain interior.

Ilmaniar Sofia Asharhani
Imaniar Sofia Asharhani lulus sebagai sarjana dari Departemen Arsitektur Universitas Indonesia tahun 2012 dan memperoleh gelar Magister Arsitektur di Institut Teknologi Bandung pada tahun 2016. Imaniar pernah menjadi arsitek di PT Arkonin hingga tahun 2019. Saat ini, Imaniar merupakan dosen tetap Universitas Pradita dan memiliki ketertarikan dalam bidang pengembangan properti perumahan, ruang kreatif publik, dan pembelajaran kolaboratif.

Alfonsus Grandy Wiranata
Alfonsus Grandy Wiranata lulus sebagai Sarjana Arsitektur dari Universitas Tarumanegara pada tahun 2016 dan menyelesaikan pendidikan Magister Arsitektur di Universitas Tarumanegara pada tahun 2019. Saat ini, Alfonsus menjadi dosen tetap di Universitas Pradita dengan peminatan di bidang desain hunian, ruang publik, serta penggambaran arsitektural. Selain itu, Alfonsus juga aktif sebagai asisten dosen di Universitas Tarumanegara, mengajar mata kuliah di bidang sejarah, riset desain, rekayasa teknologi, serta desain dan representasi visual.

Share

COinS