•  
  •  
 

Abstract

The animal model has been widely used and contributed vastly to the scientific research over the years. While it can be used as an alternate subject in a study, the selection of the animal is crucial to assess and investigate the influence of the environment and genes on the pathogenesis of a disease. Many factors contribute to the choosing of the animal. They can be ranged from the similarities with the modelled object, easily looked after with less expensive cost, good reproductive performance, ability to produce blood and tissue samples, well-known genetic composition, and the status of the disease can be explained. Research has been taking place to investigate and find the best approach to prevent and deal with diabetes mellitus (DM) and insulin resistance and its complications. It starts with an initial in vitro method and finished with a clinical trial. Similarly, a series of in vivo studies using the animal model has been done aiming at figuring out its conditions or diseases that are identical to that of humans. This article discusses a variety of animal models frequently used in DM research.

Bahasa Abstract

Model hewan coba telah banyak memberi kontribusi terhadap penemuan ilmiah selama bertahun-tahun. Model hewan berfungsi sebagai pengganti dan belum tentu semua model identik dengan subjek yang dimodelkan. Oleh karena itu, pemilihan model hewan yang tepat untuk mempelajari dan memahami pengaruh lingkungan dan gen terhadap patogenesis suatu penyakit sangat penting. Model hewan yang ideal adalah hewan yang memiliki kesamaan dalam proses yang ditiru, mudah dipelihara, mampu memproduksi keturunan yang banyak, biaya perawatan murah, satu ekor dapat memberi sampel darah dan jaringan, komposisi genetiknya diketahui dan status penyakitnya diketahui dan dapat dijelaskan. Penelitian mengenai diabetes mellitus (DM) dan resistensi insulin terus dilakukan untuk menemukan strategi pengobatan yang tepat dalam mencegah dan mengatasi diabetes dan komplikasinya. Penelitian untuk menemukan strategi pengobatan harus dimulai dari uji in vitro awal sampai uji klinik. Serangkaian penelitian in vivo menggunakan hewan coba, sehinga diperlukan model hewan yang sesuai dengan keadaan atau penyakit pada manusia untuk mendapatkan gambaran pola yang mirip dengan manusia. Pada artikel ini akan dibahas mengenai berbagai jenis model hewan coba yang biasa digunakan pada penelitian DM.

Share

COinS
 
 

To view the content in your browser, please download Adobe Reader or, alternately,
you may Download the file to your hard drive.

NOTE: The latest versions of Adobe Reader do not support viewing PDF files within Firefox on Mac OS and if you are using a modern (Intel) Mac, there is no official plugin for viewing PDF files within the browser window.