•  
  •  
 

International Review of Humanities Studies

International Review of Humanities Studies

Abstract

Following the rapid change in technology development, the Indonesian mass media have undergone a digital transformation. This digital mass media and its users have evolved, assimilated, and integrated themselves to fit in the cyber world. This distinguishing feature distinguishes them from traditional mass media. The cyber environment's infinite international boundaries are both advantageous and disadvantageous, as it is difficult to govern digital activity outside Indonesia's jurisdiction. This unregulated environment became a breeding ground for cybercrime, making the digital space unsafe for individuals and threatening national security. In response to this issue, the Indonesian government has enacted various laws and policies, including Law No. 19 of 2016 and the ESO Policy of the Indonesian Minister of Communication and Information Technology. However, throughout their execution, these rules and regulations have several flaws. This article aims to examine the impact of various forms of media governance on the resolution of numerous issues affecting cyber sovereignty and digital journalism in Indonesian cyberspace. This article employs a qualitative phenomenological approach with descriptive-analysis methodology by observing and assessing a variety of digital phenomena in Indonesian cyberspace and examining numerous cyber laws, theories, and regulations. This article finds that stakeholders in the media governance framework require additional cooperation and commitment to enforce laws and rules more effectively.

Bahasa Abstract

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, media massa di Indonesia telah mengalami transformasi digital. Transformasi ini mendorong media massa digital beserta para penggunanya untuk berevolusi, beradaptasi, dan berintegrasi dengan ekosistem dunia siber. Karakteristik tersebut menjadi pembeda utama antara media massa digital dan media massa konvensional. Di satu sisi, lingkungan siber yang tidak mengenal batas-batas geografis antarnegara memberikan berbagai peluang bagi pertukaran informasi secara global. Namun, di sisi lain, kondisi tersebut juga menimbulkan tantangan karena aktivitas digital yang berlangsung di luar yurisdiksi Indonesia sulit untuk diatur dan diawasi. Situasi ini menciptakan ruang yang kondusif bagi berkembangnya berbagai bentuk kejahatan siber sehingga menjadikan ruang digital kurang aman bagi masyarakat serta berpotensi mengancam keamanan nasional. Sebagai respons terhadap permasalahan tersebut, Pemerintah Indonesia telah menetapkan berbagai peraturan perundang-undangan dan kebijakan, antara lain Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 serta Kebijakan Penyelenggara Sistem Elektronik (Electronic System Operator/ESO) yang dikeluarkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Meskipun demikian, implementasi berbagai regulasi tersebut masih menghadapi sejumlah kelemahan dan tantangan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai bentuk tata kelola media (media governance) dalam mengatasi berbagai persoalan yang berkaitan dengan kedaulatan siber (cyber sovereignty) dan jurnalisme digital di ruang siber Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan metode deskriptif-analitis melalui pengamatan dan analisis terhadap berbagai fenomena digital di ruang siber Indonesia, serta kajian terhadap berbagai peraturan perundang-undangan, teori, dan regulasi di bidang siber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pemangku kepentingan dalam kerangka tata kelola media memerlukan kerja sama yang lebih erat dan komitmen yang lebih kuat agar implementasi serta penegakan hukum dan regulasi di ruang siber dapat berjalan secara lebih efektif.

References

Aaronson, E., and Shaffer, G. (2020). Defining Crimes in a Global Age: Criminalization as a Transnational Legal Process. Law & Social Inquiry, 46(2), 455–486. https://doi.org/10.1017/lsi.2020.42

Anom, E. (2013). Regulasi dan Kebijakan Media Cetak di Indonesia Masa Zaman Penjajah. Jurnal Komunikologi, 10(2), 73–79.

Ardianto, E., and Erdinaya, L. K. (2007). Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Simbosa Rekatama Media.

Barus, S. W. (2010). JURNALISTIK: Petunjuk Teknis Menulis Berita. Erlangga.

Bazaco, A., Redondo, M., and Sánchez-García, P. (2019). Clickbait as a strategy of viral journalism: conceptualisation and methods. Revista Latina de Comunicación Social, 74, 94–115. https://doi.org/10.4185/rlcs-2019-1323en

Black, J., and Whitney, F. C. (1988). Introduction to Mass Communication. W.C. Brown Publishers.

Budyatna, M. (2005). Jurnalistik Teori dan Praktik. PT Remaja Rosdakarya.

Bungin, B. (2006). Sosiologi komunikasi. Kencana pranada media group.

Chen, E. (2022, June 30). As Cyber Threats Grow, Indonesia’s Data Protection Efforts Are Falling Short. The Diplomat. Retrieved August 22, 2022, from https://thediplomat.com/2022/06/as-cyber-threats-grow-indonesias-data-protection-efforts-are-falling-short/

Dihni, V. A. (2022, March 29). Korban Kriminalisasi UU ITE Menurun pada 2021. Databoks. Retrieved August 21, 2022, from https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/03/29/korban-kriminalisasi-uu-ite-menurun-pada-2021

Eddyono, A. S. (2021). Pers Alternatif pada Era Orde Baru: Dijinakkan hingga Dibungkam. Komunika: Jurnal Ilmu Komunikasi, 53–59.

Elfisha, M. (2018, February 9). Punya 47.000 media massa, Indonesia terbanyak di dunia. Antara News. Retrieved July 10, 2022, from https://pon.antaranews.com/berita/684461/punya-47000-media-massa-indonesia-terbanyak-di-dunia

Gandhi, A. M. (2018). Ancaman Hoax Terhadap Media Massa. Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial Dan Kebudayaan, 24–36.

Hao, Y. (2017). A Three-Perspective Theory of Cyber Sovereignty. PRISM, 7(2), 109–115. https://cco.ndu.edu/Portals/96/Documents/prism/prism_7-2/10-3-Perspective%20Theory.pdf?ver=2017-12-21-110647-937

International Bureau of Education. (2016, February 24). Concept of Governance. Retrieved August 22, 2022, from http://www.ibe.unesco.org/en/geqaf/technical-notes/concept-governance

Interpol. (2021). ASEAN Cyberthreat Assessment 2021. https://www.interpol.int/content/download/16106/file/ASEAN%20Cyberthreat%20Assessment%202021%20-%20final.pdf

Keping, Y. (2017). Governance and Good Governance: A New Framework for Political Analysis. Fudan Journal of the Humanities and Social Sciences, 11(1), 1–8. https://doi.org/10.1007/s40647-017-0197-4

Kominfo. (n.d.). Portal Layanan Publik Terintegrasi Kemkominfo. Retrieved August 22, 2022, from https://layanan.kominfo.go.id/faqs/19427216359acbe7f486d68029557702

Kovach, B., and Rosenstiel, T. (2001). The Elements of Journalism: What Newspeople Should Know and The Public Should Expect. Crown Publishers.

Lameiras, M. (2017). Characteristics of Media Governance. Proceedings of the 10th International Conference on Theory and Practice of Electronic Governance. https://doi.org/10.1145/3047273.3047351

Lun, X. (2022). The Linguistic Features of “Clickbait” in Chinese Websites. Advances in Social Science, Education and Humanities Research. https://doi.org/10.2991/assehr.k.211220.337

Masduki. (2003). Kebebasan Pers dan Kode Etik Jurnalistik. UII Press.

McQuail, D. (2010). McQuail′s Mass Communication Theory (6th ed.). SAGE Publications Ltd.

Moelong, L. J. (2005). Metode Penelitian Kualitatif. PT. Remaja Rosdakarya.

Muhadjir, N. (2005). Ilmu pendidikan dan Perubahan Sosial. Teori Pendidikan Pelaku Sosial Kreatif. Raka Sarasin.

Mukhaer, A. A. (2021, June 23). Rentetan Praktik Pembredelan pada Media Massa oleh Orde Baru - Halaman all. National Geographic. Retrieved July 10, 2022, from https://nationalgeographic.grid.id/read/132752315/rentetan-praktik-pembredelan-pada-media-massa-oleh-orde-baru?page=all.

Nanang, F. (2013). Analisis Kebijakan Pendidikan. Remaja Rosda Karya.

Neo, R. (2021). The failed construction of fake news as a security threat in Malaysia. Contemporary Politics, 27(3), 316–335. https://doi.org/10.1080/13569775.2021.1884397

Pohle, J., and Thiel, T. (2020). Digital sovereignty. Internet Policy Review, 9(4). https://doi.org/10.14763/2020.4.1532

Prahassacitta, V. (2019, June 30). Konsep kejahatan siber dalam sistem hukum Indonesia. Business Law Binus. Retrieved August 22, 2022, from https://business-law.binus.ac.id/2019/06/30/konsep-kejahatan-siber-dalam-sistem-hukum-indonesia/

Pranoto, G. R. (2021, June 21). Kronologi Pembredelan Majalah Tempo, Editor dan Detik 27 Tahun Silam. Tempo. Retrieved July 10, 2022, from https://nasional.tempo.co/read/1474929/kronologi-pembredelan-majalah-tempo-editor-dan-detik-27-tahun-silam

Prijana, I. (2020). Komunikasi Massa. Qiara Media.

Pujahari, A., and Sisodia, D. S. (2019). Clickbait detection using multiple categorisation techniques. Journal of Information Science, 47(1), 118–128. https://doi.org/10.1177/0165551519871822

Rizal, J. G. (2020, September 11). Hari Radio Nasional, Bagaimana Sejarah Berdirinya RRI? Halaman all - Kompas.com. KOMPAS.Com. Retrieved July 10, 2022, from https://www.kompas.com/tren/read/2020/09/11/120300565/hari-radio-nasional-bagaimana-sejarah-berdirinya-rri?page=all#page1

Sahara, W. (2021, June 9). Perjalanan UU ITE yang Akhirnya Resmi Direvisi oleh Pemerintah. Kompas. Retrieved August 22, 2022, from https://nasional.kompas.com/read/2021/06/09/08283531/perjalanan-uu-ite-yang-akhirnya-resmi-direvisi-oleh-pemerintah?page=all

Singh, R. (2022, August 9). 5 Ways to Monetize a News Website from Scratch. Quintype. Retrieved August 21, 2022, from https://www.quintype.com/blog/tech/5-ways-to-monetize-a-news-website-from-scratch

Sobur, A. (2001). Analisis Teks: Suatu Pengantar untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotika, dan Analisis Framing. Remaja.

Sutopo, B. (2006). Penelitian Kualitatif: Dasar Teori dan Terapannya Dalam Penelitian. Universitas Sebelas Maret.

Syah, S. (2014). Membincang Pers, Kepala Negara, dan Etika Media. Elex Media Komputindo.

Tim Cek Fakta. (2022, January 4). [HOAKS] Fenomena Aphelion Penyebab Cuaca Dingin pada Awal 2022. Kompas. Retrieved August 22, 2022, from https://www.kompas.com/tren/read/2022/01/04/105129665/hoaks-fenomena-aphelion-penyebab-cuaca-dingin-pada-awal-2022?page=all

Tim Cek Fakta Tempo. (2022, January 6). Keliru, Pernyataan Robert Malone soal Vaksin mRNA untuk Covid-19 belum Diuji secara Memadai dan Vaksinasi Anak Tidak Bermanfaat. Cek Fakta Tempo. Retrieved August 22, 2022, from https://cekfakta.tempo.co/fakta/1611/keliru-pernyataan-robert-malone-soal-vaksin-mrna-untuk-covid-19-belum-diuji-secara-memadai-dan-vaksinasi-anak-tidak-bermanfaat

WebFX. (2022, August 5). What Is Display Advertising (And How to Use It in 2022). Retrieved August 21, 2022, from https://www.webfx.com/digital-advertising/glossary/what-is-display-advertising/

Wibowo, P. T. J. (2021, January 4). Apa Itu Pay-Per-Click (PPC)? Warta Ekonomi. Retrieved August 23, 2022, from https://wartaekonomi.co.id/read321175/apa-itu-pay-per-click-ppc

Yunus, S. (2010). Jurnalistik Terapan. Ghalia Indonesia.

Share

COinS