International Review of Humanities Studies
Abstract
The puppeteer as a director composes an art performance based on material, understanding the context of history and genealogy, myths and beliefs, traditions and conventions, the breadth of imagination, sensitivity of intuition, breadth of knowledge and experience, and depth of understanding of cultural codes and conventions. The play Jaka Tingkir, an episode in Babad Tanah Jawi, is composed and presented in the performing arts to foster artistic creativity and innovation, while showcasing strength and ability in narrative strategies and staging creativity. Power is arranged based on a person's status, role, and knowledge obtained through the traditional method of nglakoni in a place far from the 'worldly crowd' and with a quiet, silent, and sacred nuance. The problems in this study are: 1) How is the essence of power constructed through elements in the structure of the play performance? 2) How is the essence of power manifested and described through the supernatural and non-supernatural forces? The problems can be answered using qualitative descriptive methods and text transcription. The textual and contextual approaches follow the steps of analyzing the acquisition of complete and coherent meaning. The theoretical framework examining the relationship between discourse and power analyzes the nature of power embedded in various elements of the play text during the performance. This study resulted in a discussion: 1) power is constructed through all available elements of literary works: characterization, series of events in each scene, setting, time, social theme, and the artist's point of view; 2) power is manifested as the knowledge that is described through a qualified narrator in unification with nature to obtain supernatural power.
Bahasa Abstract
Dalang sebagai sutradara menyusun sebuah pertunjukan seni berdasarkan penguasaan terhadap materi, pemahaman atas konteks sejarah dan genealogi, mitos dan kepercayaan, tradisi dan konvensi, keluasan imajinasi, kepekaan intuisi, keluasan pengetahuan dan pengalaman, serta kedalaman pemahaman terhadap kode-kode budaya dan konvensi. Lakon Jaka Tingkir, yang merupakan salah satu episode dalam Babad Tanah Jawi, disusun dan dipentaskan sebagai karya seni pertunjukan untuk menumbuhkan kreativitas dan inovasi artistik, sekaligus memperlihatkan kekuatan dan kemampuan dalam strategi penceritaan serta kreativitas pementasan. Kekuasaan dikonstruksi berdasarkan status, peran, dan pengetahuan yang diperoleh seseorang melalui metode tradisional nglakoni di tempat yang jauh dari keramaian duniawi dengan suasana yang tenang, hening, dan sakral. Permasalahan dalam penelitian ini meliputi: (1) bagaimana hakikat kekuasaan dikonstruksi melalui unsur-unsur dalam struktur pertunjukan lakon; dan (2) bagaimana hakikat kekuasaan diwujudkan dan digambarkan melalui kekuatan supranatural maupun non-supranatural. Permasalahan tersebut dijawab menggunakan metode deskriptif kualitatif dan transkripsi teks. Pendekatan tekstual dan kontekstual dilakukan melalui tahapan analisis untuk memperoleh makna yang utuh dan koheren. Kerangka teoretis yang mengkaji hubungan antara wacana dan kekuasaan digunakan untuk menganalisis hakikat kekuasaan yang melekat pada berbagai unsur teks lakon selama pertunjukan berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kekuasaan dikonstruksi melalui seluruh unsur karya sastra yang tersedia, meliputi penokohan, rangkaian peristiwa dalam setiap adegan, latar, waktu, tema sosial, dan sudut pandang seniman; serta (2) kekuasaan dimanifestasikan sebagai pengetahuan yang digambarkan melalui narator yang mumpuni dalam penyatuan dengan alam untuk memperoleh kekuatan supranatural.
References
Anderson, Benedict R.O.G. (1990). Language and Power: Exploring Political Culture in Indonesia. Cornell University Press.
Basuki, Ribut. (2010). Negosiasi Identitas dan Kekuasaan dalam Wayang Kulit Jawa Timuran [Negotiation of Identity and Power in East Javanese Shadow Puppets] [Doctoral dissertation, Universitas Indonesia]. Universitas Indonesia Library UPT. https://lib.ui.ac.id/detail.jsp?id=132053&lokasi=lokal [in Indonesian]
Creswell, John W. (2010). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed [Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Approaches] [Fawaid, Achmad, translator]. Pustaka Pelajar. [in Indonesian]
Darmoko. (2017). Wayang Kulit Purwa Lakon Semar Mbabar Jatidiri: Sanggit dan Wacana Kekuasaan Soeharto [The Purwa Shadow Puppet Semar Mbabar Jatidiri Play: Sanggit and Power Discourse of Soeharto]. [Doctoral dissertation, Universitas Indonesia]. Universitas Indonesia Library UPT https://lib.ui.ac.id/detail?id=20453957&lokasi=lokal [in Indonesian]
Darmoko. (2020). Wacana Kekuasaan dalam Wayang: Pergulatan Sanggit Estetik dan Sanggit Politik dalam Wayang Kulit Purwa Lakon Semar Mbabar Jatidiri [The Power Discourse in Wayang: The Struggle of Aesthetic Sanggit and Political Sanggit in the Purwa Shadow Puppet Play Semar Mbabar Jatidiri]. Pusat Dokumentasi Seni Indonesia. [in Indonesian]
Darmoko. (2025 a) Narrative Strategy of Myth and Power in The Play Dumadine Jeneng Dina Jawa. Humanities, Arts and Social Sciences Studies, 25(2), 511–525.
Darmoko. (2025 b) Narrative Strategy and the Ethics of Power in the Kresna Duta Play: A Review of Surakarta Style Wayang Wong Performing Arts (Indonesia). Pertanika J. Soc. Sci. & Hum. 33 (6): 2203 - 2221 (2025).
Darmoko. (2026). Tekstologi Jawa: Resepsi, Transformasi, dan Alih Wahana [Javanese Textology: Reception, Transformation, and Transfer of Media]. Inaugural Address for Professor of Philology of Old Javanese Literature, Universitas Indonesia, Saturday, May 9, 2026. [in Indonesian]
Mulder, Niels. (1984). Kebatinan dan Hidup Sehari-Hari Orang Jawa: Kelangsungan dan Perubahan Kulturil [Spirituality and daily life of the Javanese: Cultural continuity and change]. Gramedia Pustaka Utama. [in Indonesian]
Suseno, Franz Magnis. (1993). Etika Jawa: Sebuah Analisa Filsafat Tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa [Javanese Ethics: A Philosophical Analysis of Javanese Life Wisdom]. Gramedia Pustaka Utama. [in Indonesian]
Van Peursen, C.A. (1989). Strategi Kebudayaan [Cultural Strategy]. Kanisius. [in Indonesian]
Recommended Citation
Darmoko, Darmoko
(2026)
"SANGGIT AND THE ESSENCE OF POWER IN THE WAYANG PERFORMING ARTS PLAY JAKA TINGKIR BY KI PURBO ASMORO,"
International Review of Humanities Studies: Vol. 11:
No.
2, Article 17.
DOI: 10.7454/irhs.v11i2.1490
Available at:
https://scholarhub.ui.ac.id/irhs/vol11/iss2/17
Included in
Anthropology Commons, Art and Design Commons, Creative Writing Commons, Cultural Heritage Law Commons, Education Law Commons, Film and Media Studies Commons, History Commons, Intellectual Property Law Commons, International and Area Studies Commons, Legal Writing and Research Commons, Linguistics Commons, Museum Studies Commons, Philosophy Commons, Urban Studies and Planning Commons
